Monetisasi Aset Fiber Optik Rp 14,6 Triliun, Indosat (ISAT) Mantap Kebut Infrastruktur Digital
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - PT Indosat Tbk (ISAT) menegaskan arah transformasi bisnisnya dengan monetisasi aset jaringan fiber optik senilai Rp 14,6 triliun pada akhir 2025. Langkah ini dilakukan dengan membentuk perusahaan patungan FiberCo bersama Arsari Group dan Northstar, yang difokuskan sebagai platform infrastruktur digital terbuka.
Indosat menyatakan bahwa pembentukan FiberCo bertujuan mengonsolidasikan aset serat optik menjadi satu entitas yang siap mendukung percepatan transformasi digital nasional.
“Indosat, Arsari Group, dan Northstar membentuk FiberCo senilai Rp 14,6 triliun untuk mengonsolidasikan aset serat optik menjadi satu platform infrastruktur digital terbuka yang siap mendukung ekosistem kecerdasan buatan (AI) di Indonesia,” kata Presiden Direktur dan CEO Indosat Ooredoo Hutchison (ISAT) Vikram Sinha bulan lalu.
Seperti diberitakan sebelumnya, Indosat mengalihkan aset fiber optiknya ke FiberCo dengan tetap mempertahankan sekitar 45% kepemilikan saham. Skema ini juga memungkinkan perseroan memonetisasi aset strategis tanpa kehilangan eksposur terhadap pertumbuhan bisnis infrastruktur digital jangka panjang.
Manajemen menilai transaksi ini memberikan nilai strategis bagi perusahaan dan pemegang saham. Di sisi lain, dana transaksi ini juga akan digunakan untuk pengembangan jaringan 5G dan memperkuat fondasi AI Indosat.
Baca Juga
Trafik Data Indosat (ISAT) Naik Dua Digit Selama Libur Nataru 2026
Dari sisi analis, langkah tersebut dinilai sejalan dengan strategi value creation Indosat. Analis BRI Danareksa Sekuritas menilai ISAT memperoleh mitra strategis yang tepat.
“ISAT mendapatkan mitra dengan keahlian FiberCo yang kuat untuk meningkatkan monetisasi aset dan mempercepat pertumbuhan jaringan enterprise, sekaligus memungkinkan perseroan lebih fokus memperkuat bisnis inti seluler,” ungkap keterangan analis pekan lalu.
Terbaru Indosat juga telah mengembangkan Sahabat AI dengan GoTo. Model LLM ini yang turut menggandeng NVIDIA ini juga menjadi keseriusan utama perusahaan terhadap pengembangan AI.
“Kita tidak boleh hanya menjadi user. Kita harus menjadi bagian dari komunitas global yang membentuk masa depan AI,” tegas Vikram pada Rabu (21/1/2026).
Dari sisi industri, Indosat menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor, interoperabilitas sistem, serta penguatan ekosistem startup dan UMKM agar AI dapat mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif. Analis pun menilai perusahaan memiliki ruang lebih besar untuk mengakselerasi investasi di 5G, AI, dan layanan digital bernilai tambah.
Sekadar informasi, pada kuartal III- 2025, ISAT mencatat pendapatan sebesar Rp14,052 triliun, naik 3,8% QoQ, didorong oleh pertumbuhan yang merata di segmen Seluler, Multimedia, Komunikasi Data, Internet (MIDI), dan Telekomunikasi Tetap.
ARPU Seluler Gabungan tumbuh 3,6% QoQ menjadi Rp40 ribu, sementara basis pelanggan seluler tetap stabil di angka 95 juta, mencerminkan kesehatan dan kualitas bisnis inti Indosat.
Perusahaan juga memperluas infrastruktur jaringan dengan meningkatkan jumlah BTS 4G menjadi 208 ribu untuk mengakomodasi pertumbuhan trafik data dan memberikan pengalaman terbaik bagi pengguna. Trafik data selama periode 9M meningkat sebesar 6,1% YoY.

