Dividen Mitratel (MTEL) Capai 98% Laba, Analis Nilai Dividend Yield Atraktif
JAKARTA, investortrust.id – Keputusan PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (MTEL) atau Mitratel membagikan dividen tunai sebesar Rp 2,08 triliun atau sekitar 98% dari laba bersih tahun buku 2025. Nilai dividen setara dengan Rp 25,6 per saham langsung direspons positif pasar saham.
Berdasarkan data, harga saham MTEL ditutup sempat melesat 8,43% menjadi Rp 540 pada penutupan perdagangan Selasa (30/6/2026). Menarik, lompatan saham MTEL berbanding terbalik Degnan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang turun 3,05%.
Analis Sinarmas Sekuritas Yosua Zisokhi menilai penguatan saham MTEL kemarin mencerminkan apresiasi investor terhadap keputusan Mitratel (MTEL) yang membagikan hampir seluruh laba bersih sebagai dividen.
Baca Juga
Mitratel (MTEL) Bagikan Dividen Rp 2,08 Triliun, Nilai per Saham Segini
"Yield dividen MTEL masih sangat atraktif, meskipun harga sahamnya sudah naik cukup signifikan. Pada harga penutupan terbaru, dividend yield masih berada di kisaran 4,7%," ujar Yosua.
Menurutnya, tingkat dividend yield tersebut menjadi daya tarik tersendiri, terutama ketika pasar saham domestik masih berada dalam tekanan. "Yield jelas atraktif karena equity market tercermin dari IHSG saat ini secara year-to-date turun signifikan. Dividen juga menjadi sumber cash flow bagi investor," katanya.
Yosua menambahkan, dividen dan tingkat imbal hasil yang menarik masih akan menjadi katalis positif bagi saham MTEL dalam jangka pendek selama kondisi pasar masih berfluktuasi.
Meski demikian, ia menilai, fundamental MTEL tetap menjadi faktor utama yang akan menentukan arah pergerakan saham dalam jangka panjang. Investor akan mencermati kemampuan MTEL menjaga pertumbuhan bisnis sekaligus mempertahankan kesehatan neraca keuangan.
Baca Juga
Mitratel (MTEL) Dorong Konsolidasi Industri Tower, Buka Opsi Merger dan Akuisisi
Menurutnya, keputusan membagikan hampir seluruh laba tidak mengurangi kapasitas ekspansi Perseroan. MTEL masih memiliki struktur permodalan yang kuat dengan rasio debt-to-equity (DER) sekitar 0,56 kali, termasuk salah satu yang terendah di industri menara telekomunikasi.
Selain itu, kemampuan menghasilkan arus kas dinilai tetap solid. Hingga kuartal I-2026, MTEL membukukan recurring free cash flow sebesar Rp 5,7 triliun, sehingga memiliki ruang pendanaan internal yang besar untuk mendukung belanja modal maupun peluang akuisisi.
Likuiditas Perseroan juga dinilai tetap terjaga. Posisi kas dan setara kas MTEL pada akhir kuartal I-2026 mencapai Rp 2,8 triliun, sehingga perusahaan masih memiliki fleksibilitas keuangan meski membagikan dividen dalam jumlah besar.
Baca Juga
Tenancy Ratio Naik, Mitratel (MTEL) Optimistis Tangkap Peluang Internet Rakyat
Yosua menyimpulkan kombinasi dividend yield yang menarik, neraca keuangan yang sehat, kemampuan menghasilkan arus kas yang kuat, serta peluang ekspansi yang masih besar membuat prospek investasi MTEL tetap menarik.
Selain menyetujui pembagian dividen, RUPST menyetujui aksi korporasi berupa merger dengan anak usaha, yakni PT Ultra Mandiri Telekomunikasi (UMT) dan PT Persada Sokka Tama (PST). Langkah tersebut diharapkan memperkuat skala usaha dan portofolio infrastruktur telekomunikasi Perseroan.
