Perkuat Industri Perhiasan Emas di Segmen Ritel, Hartadinata (HRTA) Menancapkan Jejak di Asia
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id – PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA), produsen emas dan perhiasan terintegrasi, mencatatkan pertumbuhan kinerja signifikan sepanjang 2025 dengan pendapatan mencapai Rp 44,5 triliun, naik 144,39% dibandingkan tahun sebelumnya. Sejalan dengan pencapaian tersebut, perusahaan kembali meraih penghargaan Jewellery Retailer of the Year 2026 dalam ajang internasional Retail Awards 2026.
Penghargaan tersebut menjadi kali kedua bagi HRTA memperoleh pengakuan di ajang yang diselenggarakan oleh Retail Asia. Penghargaan ini diberikan kepada perusahaan ritel yang dinilai berhasil menghadirkan inovasi, pertumbuhan, serta kontribusi signifikan terhadap perkembangan industri ritel di kawasan Asia.
Pencapaian tersebut diraih di tengah kondisi pasar yang masih menantang. Industri perhiasan masih menghadapi tekanan akibat melemahnya permintaan sejak pandemi. Namun, HRTA mampu mempertahankan pertumbuhan melalui strategi optimalisasi jaringan ritel yang dinilai efektif dalam meningkatkan produktivitas gerai.
Baca Juga
Masih Moncer, Laba Bersih Hartadinata (HRTA) Kuartal I-2026 Naik 189,48%
Direktur Utama Hartadinata Abadi Sandra Sunanto mengatakan perusahaan saat ini lebih berfokus pada peningkatan kualitas jaringan toko yang telah dimiliki dibandingkan menambah gerai baru secara agresif.
“Sejak 2024, kami lebih fokus pada relokasi dan pembaruan toko-toko yang dinilai memiliki potensi pertumbuhan lebih tinggi dibandingkan dengan menambah jumlah gerai baru. Melalui strategi ini, kami dapat menghadirkan pengalaman berbelanja yang lebih baik, meningkatkan produktivitas gerai, serta memastikan kehadiran kami semakin relevan dengan kebutuhan pelanggan di setiap lokasi,” ujar Sandra dikutip Rabu (24/6/2026).
Selain pendapatan yang tumbuh pesat, HRTA juga mencatatkan kenaikan laba bersih yang mencapai Rp 978,49 miliar pada 2025. Kontribusi segmen ritel turut menjadi salah satu pendorong utama pertumbuhan perusahaan. Saluran penjualan offline dan online menyumbang 16,54% dari total pendapatan konsolidasi dan mencatat kenaikan 31% dibandingkan tahun sebelumnya.
Hingga akhir 2026, HRTA menargetkan jumlah toko mencapai 100 unit. Target tersebut merupakan bagian dari strategi jangka panjang perusahaan untuk memperluas jangkauan pasar sekaligus menciptakan pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan.
Saat ini, HRTA mengoperasikan 84 toko yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia. Jaringan tersebut diperkuat oleh lebih dari 1.000 titik penjualan yang mendukung posisi perusahaan sebagai salah satu produsen perhiasan emas terkemuka di Indonesia.
Toko-toko Hartadinata Abadi dirancang sebagai one-stop shopping destination yang menyediakan beragam produk emas, mulai perhiasan hingga emas batangan. Perusahaan juga menghadirkan layanan terintegrasi berupa unit pegadaian emas GADAIKU yang berada di sekitar area toko.
Untuk meningkatkan kualitas layanan pelanggan, HRTA memperkuat sistem operasional di seluruh jaringan ritelnya. Langkah ini dilakukan guna menghadirkan proses transaksi yang lebih cepat, efisien, dan nyaman bagi konsumen.
Baca Juga
HRTA Bagikan Dividen Rp40 per Saham, Pendapatan Kuartal I-2026 Melonjak 197%
Selain memperkuat bisnis ritel, perusahaan juga menjalankan strategi diferensiasi produk sebagai salah satu pilar pertumbuhan. Strategi tersebut diwujudkan melalui berbagai kolaborasi dan peluncuran produk inovatif yang menyasar segmen konsumen yang lebih luas.
Salah satu inovasi yang diperkenalkan adalah koleksi perhiasan melalui brand Ardore yang terinspirasi dari bentuk-bentuk permen Yupi. Perusahaan juga meluncurkan HRTA Gold Anabul, produk emas murni seberat 0,2 gram dengan desain jejak kaki hewan peliharaan yang ditujukan bagi pecinta anabul.
Menurut Sandra, penghargaan internasional tersebut menjadi bukti bahwa strategi pertumbuhan dan inovasi yang dijalankan perusahaan mampu memperoleh pengakuan di tingkat global.
