Fundamental BBCA Dinilai Tetap Solid, Peluang Kenaikan Saham Bisa Segini
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Performa kinerja keuangan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) pada lima bulan pertama 2026 masih sejalan dengan ekspektasi pasar. Laba bersih bank only mencapai Rp 25,68 triliun atau setara 42,7% dari proyeksi tahun penuh 2026 dan 41,7% dari consensus.
Hal ini mendorong KB Valbury Sekuritas untuk tetap mempertahankan rekomendasi beli saham BBCA dengan target harga Rp 9.480. Dengan harga penutupan kemarin Rp 6.225, terbuka peluang rebound saham ini lebih dari 52%.
Analis KB Valbury Sekuritas Akhmad Nurcahyadi mengatakan, target harga tersebut mempertimbangkan katalis positif saham BBCA antara lain pertumbuhan kredit yang lebih tinggi dari perkiraan, repricing kredit yang mampu meningkatkan NIM, biaya dana yang tetap rendah, serta cost of credit yang lebih baik dari estimasi.
Baca Juga
Sekuritas Ini Revisi Naik Rating Saham Bank Jadi Overweight, Saatnya Berburu BBCA dan BBRI?
BBCA hingga Mei 2026 mencetak pendapatan bunga bersih (net interest income/NII) relatif datar dengan penurunan tipis 0,5% YoY akibat melemahnya yield kredit. Pendapatan nonbunga tumbuh 8,8% YoY dan rasio biaya terhadap pendapatan (cost-to-income ratio/CIR) tetap terjaga, sehingga laba operasional sebelum pencadangan (PPoP) meningkat 2% YoY menjadi Rp32,62 triliun.
Total kredit BBCA tumbuh 4,9% YoY dari Rp 924,26 triliun menjadi Rp 969,09 triliun. Dana pihak ketiga (DPK) meningkat lebih tinggi, yakni 8,8% YoY, didorong pertumbuhan dana murah atau CASA sebesar 11,4% YoY menjadi Rp 1.069,71 triliun. “Komposisi pendanaan tersebut dinilai membantu menekan biaya dana dan menopang margin perseroan sepanjang 2026,” tulisnya.
Net interest margin (NIM) BBCA pada periode Januari-Mei 2026 tercatat 5,32%, turun sekitar 47 basis poin. Angka ini masih berada dalam batas bawah panduan manajemen tahun 2026 sebesar 5,4% dan sedikit lebih tinggi dibanding posisi April 2026 yang sebesar 5,28%. Kualitas aset juga menunjukkan perbaikan. Cost of credit (CoC) turun menjadi 0,3%, CIR tercatat 28,6%, dan return on equity (RoE) tetap berada pada level sehat sebesar 23,9%.
Baca Juga
IHSG Diprediksi Bergerak Terbatas Hari Ini, Pantau Saham OASA hingga INDY
Terkait kenaikan suku bunga BI Rate sebesar 100 basis poin menjadi 5,75%, KB Valbury Sekuritas menilai, justru dapat menjadi katalis positif bagi pemulihan margin. Dengan adanya repricing kredit yang dilakukan secara selektif, perbaikan yield aset diperkirakan mulai terlihat pada kuartal IV-2026.
“Dengan kondisi tersebut, target NIM BBCA tahun 2026 di kisaran 5,4%-5,6% dinilai semakin realistis untuk dicapai, bahkan berpotensi mendekati batas atas panduan manajemen,” tulisnya.
Baca Juga
Di tengah kinerja fundamental yang masih solid, harga saham BBCA mengalami tekanan cukup dalam. Sepanjang 2026, saham BBCA telah turun 22% dan sempat terkoreksi hingga 40,7% dari puncak tertinggi tahun ini. Tekanan tersebut terutama dipicu melemahnya kepercayaan investor asing dan berbagai tantangan domestik.
Didukung kinerja yang tumbuh solid dan harga saham yang sudah relative murah, KB Valbury Sekuritas memilih mempertahankan rekomendasi beli saham BBCA. Saat ini, saham BBCA diperdagangkan pada valuasi 2,5 kali P/B 2026, berada di bawah minus dua standar deviasi historisnya.
