Ekspansi Armada, SMDR Rilis Sukuk Rp700 Miliar untuk Beli Tiga Kapal Baru
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id -- Memasuki kinerja kuartal pertama tahun 2026, emiten yang bergerak di sektor pelayaran atau shipping, PT Samudera Indonesia Tbk tampak tetap berada di jalur pertumbuhan dengan perolehan pendapatan mencapai US$ 184,3 juta, atau meningkat % dibandingkan kuartal pertama tahun 2025 yang sebesar US$ 181,2 juta.
Indikator EBITDA pada periode ini juga mengalami kenaikan impresif sebesar 13% menjadi US$ 54,9 juta dibandingkan US$ 48,6 juta di periode yang sama tahun lalu.
Namun demikian sebagaimana dipaparkan dalam laporan keterbukaan yang disampaikan ke otoritas Bursa Efek indonesia (BEI) yang dikutip Minggu (21/6/2026), laba usaha justru tercatat mengalami koreksi sebesar 27% menjadi US$ 18,3 juta dan laba bersih turun 35% persen menjadi US$ 10,1 juta jika dikomparasikan dengan kinerja kuartal pertama 2025 yang masing-masing berada di angka US$ 24,9 juta dan US$ 15,5 juta.
Disampaikan Corporate Secretary & Compliance Director, Farida Helianti Sastrosatomo, bahwa kondisi profitabilitas perusahaan tetap sangat terjaga, dengan angka laba per saham pada kuartal pertama 2026 tercatat sebesar Rp 10,4 kendati lebih rendah dibandingkan Rp 15,5 pada periode sebelumnya.
Posisi neraca keuangan SMDR menunjukkan fundamental yang cukup kokoh dengan total aset mencapai US$ 1,46 miliar pada Maret 2026, meningkat 3% dari posisi akhir tahun 2025 yang sebesar US$ 1,42 miliar. Pertumbuhan ini didorong oleh kenaikan kas dan setara kas sebesar 6% menjadi US$ 337,2 juta serta aset lancar yang tumbuh 5% menjadi US$ 657,5 juta.
Di sisi pasiva, ekuitas perusahaan mengalami penguatan sebesar 2% menjadi US$ 785,3 juta. Farida Helianti Sastrosatomo menjelaskan bahwa manajemen melakukan pengelolaan liabilitas secara strategis dengan peningkatan hutang bank jangka pendek sebesar 9% menjadi US$ 46,1 juta dan hutang bank jangka panjang sebesar 15% menjadi US$ 185,2 juta untuk mendukung kegiatan ekspansi jangka panjang perusahaan.
Sebagai bentuk apresiasi yang konsisten bagi para investor, SMDR telah menetapkan rencana pembagian total dividen untuk tahun buku 2025 sebesar Rp 12 per lembar saham, atau total senilai Rp 196,5 miliar.
Baca Juga
Ditopang Logistik dan Patimban, Prospek Laba Samudera Indonesia (SMDR) Berpotensi 'Bullish'
Nilai tersebut meliputi dividen interim sebesar Rp 2,5 per lembar yang telah didistribusikan pada Agustus 2025 serta usulan dividen final sebesar Rp 9,5 per lembar yang akan segera diputuskan melalui mekanisme rapat umum pemegang saham.
SMDR juga telah mengambil langkah strategis melalui penerbitan Sukuk Ijarah Berkelanjutan I Tahap III tahun 2026 dengan total nilai mencapai Rp 700 miliar. Instrumen keuangan syariah ini memiliki tenor tiga tahun dengan tingkat kupon tetap sebesar 8,25% per tahun dan telah resmi tercatat di bursa sejak Mei 2026.
Dana hasil penerbitan sukuk ini dialokasikan secara spesifik untuk pengadaan aset produktif, yaitu Rp 460 miliar digunakan untuk pembelian dua unit kapal tanker baru berkapasitas 4.000 DWT dan Rp 240 miliar untuk pengadaan satu unit kapal kontainer baru dengan kapasitas 10.100 DWT. Farida Helianti Sastrosatomo menegaskan bahwa penambahan armada kapal baru ini sangat krusial untuk meningkatkan daya saing perusahaan di pasar internasional serta memastikan kelancaran rantai pasok global yang dikelola oleh Samudera Indonesia.
