BP Tapera Bidik 9.217 Unit Rusun Baru, Cicilan FLPP Bisa Mulai Rp700 Ribu
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) menargetkan percepatan realisasi 9.217 unit rumah susun (rusun) yang tercatat dalam Sistem Informasi Kumpulan Pengembang (SiKumbang) guna mendukung penyaluran Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) pada 2026.
Komisioner BP Tapera Heru Pudyo Nugroho mengatakan data SiKumbang menunjukkan potensi pembangunan rusun yang dapat segera direalisasikan untuk memperluas akses hunian bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).
“Kami juga melihat, berdasarkan data SiKumbang (Sistem Informasi Kumpulan Pengembang), terdapat juga data potensi rusun mencapai 9.217 unit. Kita akan dorong ini untuk dapat segera direalisasikan,” kata Heru dalam keterangan resmi yang dikutip Sabtu (13/6/2026).
Baca Juga
Komite Tapera Bakal Matangkan Skema Tenor KPR Subsidi 40 Tahun Pekan Depan
Menurut Heru, pengembangan hunian vertikal menjadi salah satu fokus pemerintah dalam meningkatkan keterjangkauan rumah bagi MBR, terutama bagi masyarakat yang membutuhkan akses lebih dekat ke lokasi kerja, fasilitas umum, dan pusat kota.
Selain pembangunan baru, BP Tapera juga melihat peluang dari ketersediaan rumah susun siap jual yang saat ini mencapai 2.908 unit yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.
“Berdasarkan data yang dimiliki oleh BP Tapera, saat ini tersedia 2.908 unit rumah susun ready stock atau siap jual yang tersebar di Indonesia, baik yang dikelola oleh pihak swasta atau pengembang maupun oleh Perum Perumnas,” ujarnya.
Baca Juga
BP Tapera Wajibkan Bank Salurkan 15% FLPP untuk Pekerja 'Non-Fixed Income'
Untuk mendukung penyaluran FLPP pada sektor hunian vertikal, BP Tapera saat ini berkoordinasi dengan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman, Kementerian Keuangan, serta Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP). Koordinasi tersebut mencakup penyusunan aturan tenor, suku bunga, penyediaan anggaran, dan tata kelola program.
Salah satu skema yang tengah dibahas adalah pemberian tenor kredit hingga 40 tahun serta fasilitas pelunasan dipercepat tanpa dikenakan denda. Skema tersebut tetap mempertahankan berbagai fasilitas FLPP yang telah berlaku, seperti uang muka ringan, suku bunga tetap (flat), dan angsuran yang terjangkau.
Heru menjelaskan, dengan tenor hingga 40 tahun, cicilan rumah susun dapat menjadi lebih ringan bagi masyarakat. “Jika kita meninjau keterjangkauan berdasarkan upah minimum, maka apabila calon debitur mengajukan tenor hingga 40 tahun, angsuran per bulannya hanya sekitar Rp700.000 hingga Rp800.000 untuk rumah susun,” jelasnya.
Baca Juga
Elon Musk Cetak Sejarah! Kekayaan US$ 1,1 Triliun Setara 7,3 Kali Market Cap BEI
Sementara itu, realisasi penyaluran FLPP hingga pertengahan Juni 2026 telah melampaui 77 ribu unit rumah. BP Tapera mencatat capaian tersebut menunjukkan tren positif dalam mendukung kepemilikan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
Per 11 Juni 2026, realisasi penyaluran FLPP mencapai 77.532 unit rumah atau 22,15% dari target pemerintah tahun ini sebanyak 350.000 unit. “Realisasi KPR Sejahtera FLPP tersebut tersebar di 8.859 perumahan subsidi yang dibangun oleh 9.163 pengembang di 375 kabupaten/kota pada 35 provinsi di Indonesia,” pungkas Heru.
