Incar Pertumbuhan Kinerja, Pancaran (PSAT) Diversifikasi ke Nikel dan Bauksit
JAKARTA, investortrust.id – PT Pancaran Samudera Transport Tbk (PSAT) menerapkan strategi pertumbuhan bisnis dengan ekspansi bisnis logistic non batu bara. Diversifikasi bisnis ke komoditas lain seperti pasir silika, nikel, bauksit, wood pellet tengah dijajaki.
Direktur Keuangan PSAT Wendi Arifin mengatakan Indonesia masih menjadi salah satu produsen dan eksportir batu bara terbesar di dunia dengan permintaan dari pasar Asia yang tetap menopang aktivitas pengangkutan komoditas tersebut. Namun, perseroan juga melihat peluang pertumbuhan dari berbagai komoditas lainnya.
Baca Juga
Rupiah Kembali Melemah Usai The Fed Pertahankan Suku Bunga Acuan
“Adapun peluang pengangkutan komoditas lain seperti pasir silika, nikel, bauksit, wood pellet semakin meningkat dan akan membuka ruang diversifikasi bisnis bagi perseroan,” kata Wendi dalam paparan publik yang digelar di Jakarta, Rabu (17/6/2026).
Guna menangkap peluang tersebut, PSAT telah menyiapkan enam strategi pertumbuhan. Strategi tersebut meliputi diversifikasi komoditas, perluasan wilayah layanan dan basis pelanggan, penguatan hubungan pelanggan melalui implementasi customer relationship management (CRM), digitalisasi proses bisnis, penerapan praktik operasional yang lebih efisien dan berkelanjutan, serta penguatan tata kelola perusahaan.
Di tengah upaya ekspansi tersebut, PSAT mencatatkan pendapatan usaha sebesar Rp1,07 triliun pada 2025, meningkat 9,9% dibandingkan Rp980 miliar pada tahun sebelumnya.
Baca Juga
IHSG Dibuka Anjlok 74 Poin, Sebaliknya Saham JECC hingga PPRE Melesat
Selain itu, total aset perseroan meningkat menjadi Rp1,69 triliun yang mencerminkan ekspansi usaha dan penguatan kapasitas operasional perusahaan. Sementara itu, laba bersih PSAT tercatat sebesar Rp23 miliar sepanjang 2025.
Wendi menyebut bahwa tahun 2025 menjadi periode pertumbuhan sekaligus masa transisi bisnis bagi perseroan di tengah tantangan ekonomi global dan domestik.
“Sepanjang tahun 2025, Perseroan menghadapi dinamika industri yang cukup menantang, baik dari kondisi ekonomi global maupun domestik. Namun demikian, Perseroan tetap mampu mencatatkan pertumbuhan pendapatan sekitar 9,9% dibandingkan tahun sebelumnya,” ujarnya.

