PGN (PGAS) Didukung Fundamental dan Arus Kas yang Kuat, Bagaimana dengan Sahamnya?
JAKARTA, investortrust.id – Saham PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) dinilai menawarkan peluang investasi didukung tren pertumbuhan kinerja yang kuat dan yield dividen menarik. Berdasarkan data, harga saham PGAS telah terkoreksi lebih dari 20% sejak awal tahun (year-to-date/YTD) ke level Rp 1.565 pada penutupan kemarin.
Sucor Sekuritas dalam riset terakhirnya menyebutkan bahwa tekanan harga saham PGAS dinilai tak lagi mencerminkan fundamental perseroan yang tetap kuat. Kinerja operasional PGAS terus membaik sejak awal tahun, sehingga penurunan harga saham lebih mencerminkan pesimisme pasar dibandingkan penurunan kualitas laba perusahaan.
PGAS, sebut riset Sucor Sekuritas, masih didukung kemampuan menghasilkan arus kas (cash flow) dalam denominasi dolar AS yang dinilai resilien. Dengan kondisi tersebut, valuasi saham saat ini dianggap memberikan peluang beli yang patut dicermati investor.
Baca Juga
IHSG Diprediksi Konsolidasi, Tiga Saham Dipimpin MDKA Layak Dilirik Hari Ini
Dari sisi kinerja, PGAS membukukan laba kuartal I-2026 sebesar US$ 90 juta atau melesat 46% dari periode yang sama tahun sebelumnya. Pendapatan tercatat relatif stabil di kisaran US$ 930 juta.
Perbaikan juga terlihat pada margin distribusi yang meningkat menjadi sekitar US$ 2 per MMBTU atau tumbuh 37% secara tahunan. Kenaikan tersebut didukung oleh penurunan biaya LNG menjadi 21% dari pasokan serta berkurangnya eksposur terhadap harga minyak mentah Brent (HGBT) ke sekitar 35%.
“Kami memperkirakan pendapatan PGAS akan tumbuh dengan compound annual growth rate (CAGR) sebesar 7% hingga mencapai US$4,9 miliar dalam tiga tahun ke depan. Adapun rata-rata pertumbuhan tahunan laba diprediksi mencapai 12% menjadi US$ 304 juta, didorong oleh ekspansi margin laba bersih dari 5,4% pada 2025 menjadi 6,2% pada 2028,” tulis riset tersebut.
Baca Juga
ESDM Pastikan RI Tetap Lanjut Impor Minyak dari Rusia meski Konflik Timur Tengah Mereda
Dari sisi arus kas, Sucor Sekuritas menyebutkan, PGAS kembali mengalokasikan belanja modal (capex) tahun 2026 sebesar US$ 535 juta. Sekitar 62% digunakan untuk proyek-proyek hilir. Dengan proyeksi cash flow from operations (CFO) sekitar US$750 juta, PGAS diperkirakan mampu menghasilkan free cash flow (FCF) sekitar US$400 juta atau relatif stabil dalam tiga tahun mendatang.
PGAS juga didukung dengan kas perusahaan yang kuat dengan saldo mencapai US$ 1,4 miliar. Kondisi tersebut membuat PGAS tidak memerlukan penambahan utang yang signifikan untuk mendanai belanja modal. PGAS juga didukung kas lebih dari US$ 550 juta. PGAS juga menawarkan imbal hasil dividen sekitar 9% yang didukung oleh pendapatan berbasis dolar AS.
Hal ini mendorong Sucor Sekuritas untuk mempertahankan rekomendasi beli saham PGAS dengan target harga Rp 2.280. Dengan target harga tersebut, terbuka peluang kenaikan lebih dari 45% atas saham ini.
