Obligasi Diborong Investor Global, Danantara Terima Dana Segar 26,5 Triliun pada 18 Juni 2026
JAKARTA, investortrust.id - BPI Danantara meraup US$ 1,5 miliar atau sekitar 26,5 triliun (kurs 17.713/ US$) dari obligasi internasional perdana yang diterbitkannya. Dana segar itu bakal masuk ke rekening Danantara pada Kamis (18/6/2026).
Demikian disampaikan Menteri Investasi dan Hilirisasi/ Kepala BKPM sekaligus CEO Danantara Rosan Roeslani dalam konferensi pers di Ruang Sidang Kabinet, kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (15/6/2026).
"Karena tanggal 11 kemarin kita sudah signing dan tanggal 18 dananya akan masuk ke dalam rekening Danantara," katanya.
Baca Juga
Rosan mengaku terkejut dengan tingginya minat investor global terhadap obligasi internasional perdana Danantara ini. Sebanyak 122 investor global dari berbagai negara yang ditemui Danantara menyatakan berminat dan memesan obligasi Danantara dengan nilai mencapai US$ 4,6 miliar. Padahal, Danantara mulanya berencana menerbitkan obligasi senilai US$ 1 miliar.
"Dari rencana US$ 1 miliar yang kami ingin capai, book building yang masuk itu kurang lebih US$ 4,6 miliar," kata Rosan.
Tingginya minat investor global itu membuat Danantara meningkatkan nilai obligasi yang dirilis dari semula US$ 1 miliar menjadi US$ 1,5 miliar. Nilai total itu terbagi menjadi sebanyak US$ 750 juta untuk obligasi 5 tahun dengan tingkat imbal hasil 5,35%, dan US$ 750 juta untuk obligasi 10 tahun dengan tingkat imbal hasil 5,95%.
Rosan menyatakan, hasil roadshow-nya ke sejumlah negara ini menunjukkan masih tingginya kepercayaan investor global terhadap Danantara dan pemerintah Indonesia.
"Ini adalah hasil yang sangat baik, dan ini membuktikan juga bahwa kepercayaan investor terhadap Indonesia tinggi dan terbukti, ini real ya," katanya.
Apalagi, katanya, dari ratusan investor yang membeli obligasi Danantara tersebut, sebagian berasal dari Amerika Serikat. Untuk obligasi 5 tahun, sebanyak 38% merupakan investor dari AS, sebanyak 41% berasal dari Eropa dan Timur Tengah, dan 21% lainnya berasal dari Asia. Sementara, untuk obligasi 10 tahun, sebanyak 52% berasal dari AS, 31% Eropa dan Timur Tengah, dan 17% dari Asia.
Menurutnya, komposisi investor yang membeli obligasi Danantara cukup mengejutkan. Hal ini karena biasanya investor asing yang membeli obligasi Indonesia dari Asia.
"Ini memang boleh dibilang biasanya penerbitan obligasi dari indonesia peminatnya biasanya dari Asia, ini justru kebalikannya. Ini peminatnya justru dari Amerika Serikat. Justru ini peminat terbesarnya terutama yang 10 tahun 52% adalah dari Amerika Serikat," katanya.
Baca Juga
"Kepercayaan market kepercayaan dunia luar terhadap indonesia itu sangat baik. Dan ini tercermin dari mereka bersedia untuk membeli global bond-nya danantara, yang jangka 5 tahun, 10 tahun bahkan mereka menyatakan kepada saya sangat-sangat terbuka apabila Danantara ingin menerbitkan bond sampai 30 tahun," paparnya.
