SpaceX Resmi Melantai di Nasdaq, Cadangan Bitcoin Milik Elon Musk Rp 23 Triliun Jadi Sorotan Investor
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Debut perdana saham perusahaan antariksa milik Elon Musk, SpaceX, di Nasdaq mengungkap kepemilikan Bitcoin dalam jumlah besar yang selama ini tidak diketahui publik. Berdasarkan dokumen pendaftaran IPO (S-1), SpaceX tercatat memiliki 18.712 Bitcoin dengan nilai pasar sekitar US$ 1,29 miliar atau setara Rp 23 triliun (kurs Rp 17.900 per dolar AS) per 31 Maret 2026.
Kepemilikan tersebut diperoleh dengan biaya akuisisi sekitar US$ 661 juta dan diklasifikasikan sebagai cadangan strategis atas kelebihan kas perusahaan. Pengungkapan ini menjadikan SpaceX sebagai perusahaan publik ke-8 dengan kepemilikan Bitcoin terbesar di dunia.
Berbeda dengan perusahaan yang secara khusus berfokus pada akumulasi aset kripto, SpaceX merupakan perusahaan yang bergerak di bidang roket, satelit, dan kecerdasan buatan (AI). Karena itu, keputusan perusahaan menempatkan Bitcoin sebagai bagian dari cadangan kas dinilai menjadi sinyal kuat meningkatnya penerimaan aset digital di kalangan korporasi besar.
Baca Juga
Bitcoin Bertahan di US$ 63.500 di Akhir Pekan, Standard Chartered Sebut Musim Dingin Kripto Berakhir
Selama ini, analis blockchain memperkirakan SpaceX hanya memiliki sekitar 8.300 Bitcoin. Namun dokumen IPO menunjukkan jumlah sebenarnya lebih dari dua kali lipat, sekaligus mengungkap salah satu posisi Bitcoin korporasi terbesar yang pernah dimiliki perusahaan swasta.
Melansir Coindesk, Minggu (14/6/2026) dengan status baru sebagai perusahaan publik, kepemilikan Bitcoin SpaceX kini akan tercermin dalam laporan keuangan kuartalan melalui mekanisme akuntansi nilai wajar. Artinya, setiap perubahan harga Bitcoin akan berdampak langsung terhadap laba dan rugi perusahaan, terlepas dari ada atau tidaknya transaksi penjualan aset tersebut.
Baca Juga
Makin Tajir Setelah IPO SpaceX, Elon Musk Jadi Triliuner Pertama di Dunia
Meski harga Bitcoin saat ini masih berada sekitar 37% di bawah rekor tertinggi pada Januari lalu, posisi SpaceX tetap mencatat keuntungan yang signifikan karena harga perolehan rata-rata diperkirakan berada di kisaran US$ 35.000 per Bitcoin.
Pelaku pasar menilai langkah SpaceX dapat menjadi acuan bagi perusahaan teknologi besar lainnya yang tengah mempertimbangkan pencatatan saham di bursa. Keberhasilan perusahaan mempertahankan Bitcoin sebagai aset cadangan akan menjadi indikator penting bagi korporasi lain yang ingin mengadopsi strategi serupa dalam pengelolaan kas mereka.
