Saham Big Caps Mengamuk, IHSG Catat Kenaikan Mingguan Tertinggi di Dunia
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id –Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) catatkan lomptan sebanyak 412,89 poin (7,38%) menjadi 6.007 pekan ini. Nilai kapitalisasi pasar bertambah sebanyak Rp 717 triliun.
Berdasarkan data perdagangan saham di BEI, IHSG berhasil torehkan kenaikan dari level akhir pekan lalu 5.594,76 menjadi 6.007,65. Kapitalisasi atau market cap melambung dari Rp 9.807 triliun menjadi Rp 10.524 triliun.
Baca Juga
IHSG dan Rupiah Kompak Menguat, Kepastian Posisi Menkeu Purbaya Dinilai Jadi Faktornya
Kenaikan indeks pekan ini ditopang lompatan harga saham big cap, khususnya BBCA dengan penguatan 16,75% dan BMRI dengan kenaikan 9,38%. Kenaikan juga ditopang penguatan harga saham SMMA, DSSA, BREN, BBRI, BRPT, BBNI, TPIA, dan MORA.
Penguatan IHSG tersebut juga didukung kenaikan hampir seluruh sektor saham, tertinggi kenaikan melanda saham sektor keuangan 9,67%, sektor energi 9,21%, sektor transportasi 9,12%, sektor industri 7,60%, dan sektor material dasar 6,41%.
Dengan kenaikan pesat tersebut, penguatan IHSG BEI sebanyak 7,38% pekan ini tercatat yang tertinggi di dunia pekan ini. Kenaikan indeks saham tertinggi kedua dicatatkan pasar saham Colombi sebanyak 5,50%.
Meski demikian, kinerja IHSG BEI sepanjang year to date (ytd) tercatat masih yang terburuk di dunia dengan penurunan sebanyak 30,52%. Penurunan IHSG BEI terpantau sangat massif sepanjang tahun ini.
Net Sell Berlanjut
Meski IHSG mencatatkan rekor kenaikan mingguan, pemodal asing terpantau masih melanjutkan aksi penjualan bersih (net sell) saham mencapai Rp 5,98 triliun. Angka tersebut mengalami penurunan dibandingkan dengan net sell saham pekan sebelumnya senilai Rp 7,38 triliun.
Baca Juga
Tanpa Net Capital Inflow dari Amerika, Pasar Modal Menjadi Pasar “Modar”
Net sell saham terbesar pekan ini disumbangkan saham BBRI mencapai Rp 1,98 triliun, BMRI mencapai Rp 572,81 miliar, dan BBCA senilai Rp 564,47 miliar. Net sell juga melanda saham ASII sebanyak Rp 383,37 miliar, dan TLKM sebanyak Rp 298,22 miliar.
Dengan tambahan penjualan bersih saham tersebut, total net sell saham sepanjang ytd meningkat menjadi Rp 67,34 triliun. Adapun kemarin, pemodal asing membukukan pembelian bersih (net buy) saham mencapai Rp 287,84 miliar setelah pemodal asing terpantau mulai memborong saham BBCA.
