IHSG Lagi-lagi Anjlok 4,52%, Giliran BBCA dan BBRI Jadi Penekan
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (8/6/2026), ditutup anjlok sebanyak 252,62 poin (4,52%) menjadi 5.342. Rentang pergerakan 5.317-5.594 dengan nilai transaksi Rp 20,01 triliun.
Penurunan indeks hari ini sejalan dengan pelemahan seluruh sektor saham. Kejatuhan tersebut juga didukung pelemahan seluruh sektor saham, termasuk saham big cap.
Berdasarkan data BEI, saham sektor industry jatuh 6,39%, sektor infrastruktur 6,29%, dan sektor transportasi 5,58%. Sektor lainnya jatuh lebih dari 4%, seperti energi, material dasar, consumer primer, consumer non primer.
Baca Juga
Mendag Sebut RI Terus Lobi AS Terkait Tarif Baru Tuduhan 'Forced Labor'
Penurunan indeks juga dipicu kejatuhan saham big cap, seperti BBCA, BBRI, BMRI, dan BBNI. Kejatuhan saham TLKM hingg 14,86%, MORA jatuh 7,02%, MLPT 9,42%, BRPT sebanyak 6,42%.
Sebaliknya saham dengan penguatan pesat hari ini, yaitu saham GRIA naik 27,27% menjadi Rp 168, ASPR naik 24,63% menjadi Rp 167, TPIA naik 22,99% menjadi Rp 1.605, PSDN anik 20,59% menjadi Rp 123, dan CTBN naik 19,68% menjadi Rp 7.450.
Pekan lalu, IHSG ditutup anjlok 532,61 poin (8,69%) menjadi 5.594. Penurunan tersebut menjadikan kinerja IHSG BEI yang terburuk di dunia pekan ini. Penurunan tersebut juga membuat nilai kapitalisasi pasar (market cap) IHSG BEI menguap Rp 922 triliun menjadi Rp 9.807 triliun.
Baca Juga
Telkom Luncurkan AIcosystem, Perkuat Ekosistem AI Terintegrasi untuk Berbagai Sektor Industri
Kejatuhan indeks ini juga dipicu atas pelemahan dahsyat saham big cap, khususnya sektor perbankan. Di antaranya, saham BBCA anjlok 10,96%, BBRI melemah 7,12%, TLKM melorot 8,91%, BRPT turun 23,71%, dan MORA anjlok 17,39%.
Penurunan tajam IHSG pekan sebelumnya juga dipengaruhi kejatuhan seluruh sektor saham, seperti sektor industry anjlok 13,32%, sektor energi melemah 10,32%, sektor material dasar turun 10,85%, sektor property 11,33%, sektor infrastruktur 11,62%, dan sektor keuangan 6,74%.
Selain turun tajam, pemodal asing ikut menekan IHSG BEI pekan ini setelah merealisasikan penjualan bersih (net sell) saham mencapai Rp 7,38 triliun atau turun dari pekan sebelumnya mencapai Rp 12,34 triliun.

