Reliance Sekuritas Rekomendasi Beli 4 Saham, Ada MEDC hingga ENRG
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (4/6/2026), berpeluang lanjutkan pememahan dengan rentang pergerakan 5.883-6.012. Empat saham ini, MEDC, ENRG, PWON, dan SMRA, layak direkomendasikan beli.
BRI Danareksa Sekuritas dalam riset pagi ini menyebutkan bahwa secara teknikal, candle terakhir IHSG berbentuk black spinning top, di bawah MA5, indikator Stochastic dead cross pada area deep oversold. “Dengan pola ini, kami memperkirakan IHSG akan mengalami pelemahan dengan saham pilihan MEDC, ENRG, PWON, dan SMRA,” tulis riset tersebut.
Baca Juga
BRI Danareksa Pangkas Target IHSG 2026 Jadi 7.200, Sebaliknya Saham Ini Tetap Menarik
Laju indeks juga akan dipengaruhi pelemahan dalam pasar saham Wall Street semalamh. Koreksi dipicu sentimen negatif setelah adanya serangan baru di Selat Hormuz meredupkan harapan akan kesepakatan damai AS-Iran yang akan segera terjadi. Pagi ini, pasar saham Asia dibuka langsung anjlok.
Terkait saham pilihan, Reliance Sekuritas merekomendasikan beli saham MEDC dengan target harga Rp 1.430, ENRG dengan target harga Rp 1.520, PWON dengan target harga Rp 316, dan SMRA dengan target harga Rp 314.
Kemarin, IHSG ditutup anjlok sebanyak 254 poin (4,11%) menjadi 5.941 dengan investor asing mencatatkan penjualan bersih (net sell) saham mencapai Rp 993,29 miliar terbanyak melanda saham BBCA sebanyak Rp 707,62 miliar, BBRI mencapai Rp 427,54 miliar, dan TPIA senilai Rp 362,45 miliar.
Baca Juga
Ketegangan AS-Iran dan Arus Keluar ETF Lagi-lagi Hantam Pasar Kripto
Pelemahan tersebut dipicu atas kejatuhan seluruh sektor saham, sektor material dasar anjlok 9,05%, sektor energi melemah 5,61%, dan sektor infrastruktur melemah 5,05%. Penurunan IHSG BEI tercatat yang paling dalam hari ini di Asia.
Tekanan terbesar datang dari kejatuhan saham AMMN, TPIA, BRPT, dan PTRO. Tekanan juga datang dari saham-saham big bank, seperti BBCA, BBRI, BMRI, dan BBNI. Penurunan tersebut juga datang dari kejatuhan saham PANI dan CBDK.

