Supra Boga (RANC) Siapkan Capex Rp 84,47 Miliar pada 2026, Penggunaan Berikut
JAKARTA, Investortrust.id – PT Supra Boga Lestari Tbk (RANC) menyiapkan belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar Rp84,47 miliar pada 2026 untuk mendukung ekspansi usaha melalui pembukaan dua toko baru, renovasi gerai, dan peremajaan peralatan.
Direktur RANC Hady Purnama mengatakan belanja modal tersebut akan berasal dari kombinasi dana internal dan pembiayaan perbankan. “Memasuki tahun 2026, perseroan melangkah dengan optimisme yang terukur. Strategi bisnis perseroan akan difokuskan pada penguatan kualitas layanan, ketersediaan produk, dan pengalaman berbelanja pelanggan didukung program pemasaran dan promosi yang efektif,” kata Hady dalam public expose di Jakarta, Rabu (3/6/2026).
Baca Juga
Wall Street Ambruk Dipicu Lonjakan Harga Minyak dan Yield Obligasi, Dow Anjlok Lebih 600 Poin
Pada 2026, RANC menargetkan pendapatan bersih sebesar Rp3,39 triliun atau tumbuh 16,30% dibandingkan tahun sebelumnya. Pertumbuhan tersebut ditopang peningkatan penjualan di gerai eksisting, kontribusi dua toko baru yang akan beroperasi tahun ini, serta sinergi pemasaran bersama Blibli Group.
Perseroan juga menargetkan perbaikan kinerja dengan menekan rugi menjadi Rp19,97 miliar atau membaik 64,84% dibandingkan rugi tahun berjalan pada 2025.
Untuk mencapai target tersebut, manajemen akan melakukan evaluasi terhadap gerai yang kinerjanya kurang optimal dan memberikan dampak negatif terhadap perusahaan. Selain itu, RANC terus menjalankan strategi operational excellence guna meningkatkan efisiensi dan mendukung pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan.
Perseroan juga akan mengoptimalkan kinerja gerai-gerai supermarket unggulan untuk mengompensasi kerugian dari gerai lainnya. Melalui berbagai langkah tersebut, RANC berharap dapat memangkas rugi komprehensif dari Rp56,77 miliar pada 2025 menjadi Rp19,97 miliar pada 2026.
Baca Juga
Berdasarkan laporan keuangan 2025, RANC membukukan rugi tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp53,08 miliar. Kondisi ini berbalik dibandingkan tahun sebelumnya yang masih mencatat laba bersih Rp27,38 miliar.
Meski demikian, kinerja operasional perusahaan masih menunjukkan pertumbuhan. Pendapatan neto meningkat dari Rp2,87 triliun pada 2024 menjadi Rp2,91 triliun pada 2025. Laba kotor juga naik dari Rp706,02 miliar menjadi Rp724,39 miliar.
Hady menegaskan perseroan akan terus berfokus pada efisiensi operasional secara berkelanjutan di seluruh jaringan gerainya. “Dalam jangka menengah, perseroan menargetkan perbaikan kinerja secara bertahap menuju profitabilitas, dengan tetap menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi, tanggung jawab sosial, dan kelestarian lingkungan. Setiap langkah pengembangan, termasuk peluang ekspansi gerai, akan diambil secara selektif dan penuh kehati-hatian,” tutup Hady.

