Debut Perdana di BEI, Saham Kentanix Supra (KSIX) Ditutup ARA di Sesi I
JAKARTA, investortrust.id – Saham emiten real estate, PT Kentanix Supra International Tbk (KSIX), berhasil melesat hingga auto reject atas (ARA) pada penutupan perdagangan sesi I Bursa Efek Indonesia (BEI) hari ini, Rabu (8/1/2025). KSIX tercatat sebagai emiten kedua yang listing di BEI pada tahun 2025 ini.
Berdasarkan data BEI, saham KSIX menguat 113 poin (25%) ke level Rp 565 per saham pada perdagangan perdana hari ini. Perseroan melepas sejumlah 320.674.800 saham atau setara dengan 15,00% dari modal ditempatkan dan disetor Perseroan setelah IPO, dengan harga Rp 452 per saham.
Baca Juga
Harga Saham Perdana Melesat, Asuransi Digital (YOII) Optimistis Prospek Layanan Online
Direktur Utama KSIX Ferdinand Aryanto mengatakan, IPO saham KSIX ini merupakan pencapaian luar biasa dalam perjalanan perseroan. Apalagi setelah perseroan mencatatkan kelebihan permintaan atau oversubscribeb sebanyak 31,41 kali atas saham perdana KSIX selama masa penawaran 2 - 6 Januari 2025.
"Tingginya minat investor atas saham KSIX menunjukkan respons positif prospek usaha perseroan sangat baik. Tren positif kinerja Perseroan ini tak lepas dari kepercayaan masyarakat terhadap kualitas dan kenyamanan hunian yang dihasilkan oleh Perseroan dan grup," ujar Ferdinand di Jakarta, Rabu (8/1/2025).
Dia menyampaikan, nantinya sebanyak 61,55% dana dari hasil IPO saham akan digunakan untuk modal kerja untuk pembangunan infrastruktur, termasuk cut and fill (perataan tanah) dan pembangunan rumah di 2 proyek yang sudah ada sebelumnya, yaitu Grand Nusa Indah dan Adhigana Grand Nusa Indah, serta pembangunan infrastruktur di proyek baru, Adhigana.
Baca Juga
Resmi Listing di BEI, Saham Raharja Energi (RATU) Langsung ARA ke Rp 1.435
Kemudian, sekitar 28,84% akan digunakan untuk setoran modal kepada SPB dalam rangka modal kerja untuk pembangunan infrastruktur, termasuk cut and fill (perataan tanah) dan pembangunan rumah yang sudah ada sebelumnya, yaitu Vila Bogor Indah 6.
"Sisanya akan digunakan untuk biaya operasional Perseroan dalam menjalankan kegiatan usaha Perseroan, termasuk namun tidak terbatas pada biaya marketing dan biaya proyek yang terdiri dari biaya keperluan kantor di lokasi proyek (pemeliharaan proyek yang meliputi antara lain pemeliharaan lingkungan dan keamanan, listrik, PDAM, telepon dan perawatan taman serta sewa kantor)," tutur Ferdinand.
Grafik Saham KSIX

