Waskita (WSKT) dan Jakpro Mulai Uji Coba LRT Jakarta Fase 1B, Progres Proyek Capai 93,07%
JAKARTA, Investortrust.id – PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT) bersama PT Jakarta Propertindo (Perseroda) atau Jakpro mulai menjalankan rangkaian Testing and Commissioning (T&C) untuk proyek LRT Jakarta Fase 1B rute Velodrome-Manggarai. Salah satu tahapan yang telah dilakukan adalah uji lintasan sepanjang 3,6 kilometer yang menghubungkan Stasiun Velodrome dan Stasiun Pramuka.
Direktur Utama Jakpro Iwan Takwin mengatakan, proses T&C dilakukan secara menyeluruh untuk memastikan seluruh sistem siap beroperasi. Pengujian mencakup pemeriksaan jalur rel, sistem persinyalan, kelistrikan, komunikasi, hingga integrasi operasional sebelum layanan komersial dijalankan.
Baca Juga
Waskita (WSKT) Raih Kontrak Baru Rp 3,1 Triliun hingga Maret 2026, Berikut Rinciannya
“Setiap meter pada jalur layang LRT Jakarta Fase 1B adalah tanggung jawab kami kepada masyarakat DKI Jakarta yang akan mengandalkan LRT setiap harinya. Maka itu, tahapan T&C ini harus dipersiapkan sangat matang,” ujar Iwan di Jakarta, Rabu (3/6/2026).
Sementara itu, Direktur Operasi II Waskita Karya Paulus Budi Kartiko menjelaskan, keterlibatan perseroan dalam proyek LRT Jakarta Fase 1B tidak hanya sebatas pekerjaan konstruksi, tetapi juga menjadi pembuktian kemampuan perusahaan dalam menggarap proyek strategis dengan tingkat visibilitas tinggi.
Menurut Paulus, kualitas pengerjaan proyek tersebut akan berdampak langsung terhadap reputasi perusahaan dalam jangka panjang. Adapun ruang lingkup pekerjaan Waskita mencakup integrasi konstruksi sipil, rel, sistem, hingga operasional.
Baca Juga
Waskita Beton (WSBP) Tambah Direktur Operasi, Ini Susunan Pengurus Baru Perseroan
Hingga kini, progres pembangunan proyek senilai Rp4,1 triliun tersebut telah mencapai 93,07%. “Dalam proses pengerjaan, tantangan utama (urban constraint) yang kami hadapi sebagai kontraktor di antaranya lalu lintas Jakarta yang padat dan ruang kerja terbatas. Maka solusinya, kami optimalkan waktu kerja pada malam hari yang menuntut fokus dan inovasi pada sistem safety dan sistem kerja. Kami melihat ini sebagai constraint yang harus dikelola, bukan dihindari,” ujar Paulus dalam keterangan resmi, Rabu (3/6/2026).
Salah satu titik yang dilalui dalam pengujian lintasan berada di atas ruas Tol Wiyoto Wiyono pada KM 1+700 hingga KM 2+100. Untuk menjaga kelancaran arus lalu lintas selama masa konstruksi, Waskita menerapkan metode balance cantilever dengan bentang sepanjang 120 meter.
“Keselamatan konstruksi, baik dalam pengamanan konstruksi balance cantilever maupun pengguna jalan harus diutamakan,” kata Paulus.

