Laba Bersih MINE Turun pada Kuartal I-2026, Pendapatan Melonjak 18,1%
JAKARTA, Investortrust.id – PT Sinar Terang Mandiri Tbk (MINE) mencatat penurunan laba komprehensif periode berjalan pada kuartal I-2026 meski pendapatan usaha tumbuh dua digit.
Berdasarkan laporan keuangan yang diaudit terbatas, laba komprehensif periode berjalan perseroan turun 1,19% secara tahunan (year on year/yoy) menjadi Rp61,63 miliar. Di sisi lain, pendapatan usaha meningkat 18,1% yoy menjadi Rp676,19 miliar.
Direktur Utama Sinar Terang Mandiri Ivo Wangarry mengatakan, capaian tersebut menunjukkan operasional perusahaan tetap terjaga seiring pelaksanaan proyek yang berjalan secara bertahap dan sesuai target kerja perseroan.
Baca Juga
PP Tata Kelola Ekspor SDA Diterbitkan, Sinar Terang (MINE) Ungkap Dampak Ini bagi Kinerja
"Sejumlah proyek yang dijalankan perseroan sepanjang periode ini telah memberikan kontribusi terhadap kinerja operasional. Ke depan, kami akan terus fokus pada optimalisasi pelaksanaan proyek, efisiensi operasional, serta menjaga kualitas pekerjaan agar dapat mendukung kinerja usaha secara berkelanjutan," ujar Ivo dalam pernyataan resmi, Senin (2/6/2026).
Pertumbuhan pendapatan terutama ditopang oleh lini bisnis jasa penambangan yang mencatat pendapatan sebesar Rp608,13 miliar atau tumbuh 9,4% yoy. Segmen ini berkontribusi sebesar 89,9% terhadap total pendapatan perseroan.
Menurut Ivo, capaian tersebut sejalan dengan keberlanjutan aktivitas operasional pada sejumlah proyek yang dijalankan bersama mitra strategis perseroan di sektor pertambangan.
Baca Juga
IHSG Ditutup Melesat 1,11%, Saham BREN, CUAN, dan DSSA Cetak ARA
Ia menambahkan, pertumbuhan pada awal tahun ini mencerminkan komitmen perusahaan dalam menjaga kinerja operasional di tengah tantangan dan dinamika industri pertambangan. "Perseroan terus berupaya menjaga kinerja tetap positif melalui penguatan operasional, produktivitas, serta kualitas layanan kepada seluruh mitra kerja kami. Di tengah kondisi industri yang dinamis, kami juga tetap fokus menjalankan strategi usaha secara disiplin dan terukur," kata Ivo.
Selain jasa penambangan, perseroan juga mencatat peningkatan kinerja pada segmen jasa konstruksi. Pendapatan dari lini usaha tersebut mencapai Rp68,06 miliar sepanjang Januari-Maret 2026, seiring berlanjutnya aktivitas pekerjaan konstruksi pada sejumlah proyek operasional perusahaan.
"Kami akan terus berfokus pada pelaksanaan proyek yang optimal, pengelolaan operasional yang prudent, serta menjaga kualitas pekerjaan pada lini jasa penambangan maupun jasa konstruksi, guna mendukung keberlangsungan kinerja usaha secara berkelanjutan," tutup Ivo.

