Adopsi Stablecoin Meningkat, Transaksi Kartu Kripto Melonjak 230% Tembus Rp 138,8 Triliun di Bulan Ini
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Volume pembayaran bulanan menggunakan kartu debit dan kredit yang terhubung dengan aset kripto melonjak sekitar 230% dibandingkan tahun lalu. Lonjakan itu seiring meningkatnya adopsi stablecoin dalam sistem pembayaran global.
Berdasarkan laporan The Kobeissi Letter, volume kumulatif transaksi kartu pembayaran berbasis kripto mencapai US$ 7,8 miliar atau setara Rp 138,8 triliun (kurs Rp 17.800 per dolar AS) pada bulan ini. Lonjakan tersebut didorong semakin luasnya penggunaan stablecoin sebagai alat pembayaran sehari-hari melalui jaringan kartu konvensional.
Dalam laporan tersebut, Visa disebut menguasai sekitar 90% transaksi kartu kripto melalui kerja sama dengan berbagai perusahaan berbasis blockchain, termasuk Jupiter Global, proyek pembayaran yang dikembangkan oleh tim di balik bursa kripto terdesentralisasi Jupiter di jaringan Solana.
The Kobeissi Letter menyebut peningkatan adopsi kartu kripto terjadi karena akses terhadap stablecoin kini semakin mudah dan terintegrasi dengan layanan pembayaran berbasis kartu.
“Lebih banyak pengguna kini dapat membelanjakan stablecoin layaknya mata uang fiat menggunakan kartu kripto, yang semakin mendorong adopsi,” tulis laporan tersebut dilansir dari Cointelegraph, Kamis (28/5/2026).
Baca Juga
Dari Tren ke Strategi, INDODAX Nilai Pasar Kripto Kian Dewasa
Fenomena tersebut menunjukkan aset digital, khususnya stablecoin, semakin terhubung dengan sistem keuangan tradisional tanpa menggantikan peran penyedia pembayaran utama seperti Visa dan Mastercard.
Sebelumnya, bursa kripto OKX meluncurkan kartu pembayaran stablecoin bagi pelanggan di Eropa pada Januari 2026 yang berjalan di jaringan Mastercard. Berdasarkan data OKX, transaksi terbesar berasal dari pembelian bahan makanan yang menyumbang sekitar 26% dari total transaksi pada Januari 2026.
Sementara itu, transaksi restoran menyumbang sekitar 18% dan belanja online mencapai 13% dari total volume transaksi kartu tersebut. “Ketika kripto mulai digunakan untuk kebutuhan sehari-hari seperti membeli makan siang, maka adopsi pembayaran menjadi nyata,” tulis tim OKX.
Baca Juga
Pada Maret 2026, Visa bersama perusahaan fintech Bridge yang dimiliki Stripe juga mengumumkan rencana peluncuran kartu pembayaran berbasis stablecoin di lebih dari 100 negara.
Tahap awal layanan tersebut mencakup 18 negara, di antaranya Argentina, Kolombia, Ekuador, Meksiko, Peru, dan Chili. Perusahaan juga berencana memperluas layanan ke kawasan Asia-Pasifik, Afrika, dan Timur Tengah hingga akhir 2026.

