Saham BBCA Direkomendasikan Buy, Potensi Cuan Bisa 41%
JAKARTA, investortrust.id – Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) direkomendasikan beli dengan target harga masih menggiurkan, meski pertumbuhan kinerja keuangan hingga April 2026 menunjukkan perlambatan pertumbuhan.
Mandiri Sekuritas dalam riset pagi ini menyebutkan bahwa saham BBCA direkomendasikan beli dengan target harga Rp 8.600. Dengan harga penutupan kemarin level Rp 6.100, terbuka peluang kenaikan harga saham ini sebanyak 40.98%.
Baca Juga
Transaksi QRIS Cross Border Melonjak, BCA (BBCA) Perluas Layanan ke China
Selain itu saham big bank menunjukkan tren penguatan dalam dua hari. Saham BBCA kemarin berhasil melesat 3,39% menjadi Rp 6.100. Kenaikan harga tersebut merupakan yang tertinggi dalam sebulan terakhir.
Mandiri Sekuritas dalam riset harian yang diterbitkan kemarin menyebutkan bahwa pertumbuhan laba bank-only BBCA pada periode 4M26 tercatat sebesar 3% secara tahunan (year on year/YoY). Pertumbuhan tersebut dinilai melambat, seiring pertumbuhan kredit yang masih berada di bawah panduan (guidance) perseroan untuk tahun buku 2026 di kisaran 8%-10%.
Baca Juga
Harga Minyak Dunia ‘Drop’ 7%, Pasar Tangkap Sinyal Kemajuan Negosiasi AS-Iran
Bank BCA juga mencatat adanya tekanan pada net interest margin (NIM) yang terkontraksi sebesar 49 basis poin secara tahunan. Pelemahan NIM terjadi akibat persaingan yang masih ketat di segmen korporasi.
“Meski demikian, kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI Rate) belakangan ini dinilai berpotensi membantu perbaikan imbal hasil secondary reserves dan menopang NIM dalam beberapa bulan mendatang,” tulisnya.

