Usai Saham TPIA Catat ARB dalam Lima Hari Beruntun, Manajemen BRPT Buka Suara
JAKARTA, Investortrust.id – Manajemen PT Barito Pacific Tbk (BRPT) buka suara terkait spekulasi yang beredar di media sosial mengenai penjaminan saham PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) serta isu margin call yang dikaitkan dengan pelemahan harga saham dalam beberapa pekan terakhir.
Dalam pernyataan resminya, Kamis (21/5/2026), manajemen BRPT menegaskan seluruh fasilitas pembiayaan dan penjaminan saham yang dilakukan perseroan dikelola secara prudent dengan mempertimbangkan berbagai skenario risiko secara terukur.
Baca Juga
Prajogo Pangestu Bukan Lagi Terkaya Indonesia Usai Saham Grup Barito Rontok hingga 74%
Perseroan menyebut mekanisme penjaminan saham tersebut juga telah mencakup langkah mitigasi terhadap volatilitas pasar. “Perseroan terus menjaga rasio margin dan posisi likuiditas secara disiplin sesuai prinsip kehati-hatian dan manajemen risiko yang baik,” tulis manajemen dalam keterangan resmi, Kamis (21/5/2026).
BRPT juga menegaskan bahwa pergerakan harga saham merupakan bagian dari dinamika pasar. Sementara itu, operasional dan fundamental bisnis Barito Pacific beserta entitas anak disebut tetap berjalan solid dan didukung fundamental usaha yang kuat serta kinerja operasional yang resilien.
Baca Juga
Sebagai informasi, saham TPIA mengalami tekanan signifikan pada perdagangan Kamis (21/5/2026). Berdasarkan data perdagangan, saham TPIA melemah 14,66% ke level Rp 2.270 per saham. Bahkan, saham TPIA telah cetak auto reject bawah (ARB) dalam lima hari beruntun.
Secara year to date (YTD), saham emiten petrokimia Grup Barito (TPIA) tersebut telah turun sekitar 67,57% dibanding posisi tertingginya tahun ini yang sempat menyentuh level Rp 7.325 per saham. Adapun saham BRPT telah anjlok lebih dari 52% sepanjang ytd.

