Dikeluarkan dari Indeks Global, Emiten Saham HSC Minta Audiensi dengan BEI
JAKARTA, investortrust.id – Bursa Efek Indonesia menyatakan telah menerima sejumlah permintaan audiensi dari emiten yang masuk kategori High Shareholding Concentration (HSC) atau saham dengan tingkat konsentrasi kepemilikan tinggi. Saat ini terdapat 10 saham yang telah diumumkan masuk kategori tersebut.
Pejabat Sementara Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik mengatakan hingga kini belum ada laporan mengenai langkah konkret dari para emiten untuk keluar dari kategori HSC. Meski demikian, beberapa perusahaan telah mengajukan permohonan diskusi dengan pihak bursa.
Baca Juga
“Kami menerima beberapa surat permintaan untuk diskusi dan semuanya kami layani dengan baik. Ada beberapa tanggal dan dari beberapa perusahaan,” kata Jeffrey kepada wartawan di Gedung BEI, Jakarta, Senin (18/5/2026).
Menurut Jeffrey, sejauh ini sudah ada satu hingga dua emiten yang melakukan audiensi terkait status HSC mereka. Namun, ia belum merinci identitas perusahaan tersebut. “Sudah ada satu atau dua deh sebelumnya. Tapi semua yang meminta diskusi tentu kami layani dengan baik,” ujarnya.
BEI juga belum menetapkan tenggat waktu bagi emiten untuk memperbaiki struktur kepemilikan saham agar dapat keluar dari kategori HSC.
Baca Juga
Rupiah Kian Melemah, Pengamat Sebut Industri Mamin hingga Farmasi Makin Tertekan
Sebagai informasi, sejumlah saham HSC diketahui telah dikeluarkan dari indeks global milik MSCI. Belakangan, FTSE Russell juga mengumumkan rencana menghapus saham-saham HSC dari indeksnya.
Dua saham HSC yang telah dikeluarkan dari indeks MSCI adalah PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) dan PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA). Kedua emiten tersebut juga tercatat sebagai konstituen indeks FTSE Russell.
Berikut daftar 10 saham kategori HSC yang diumumkan BEI:
- PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN)
- PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA)
- PT Abadi Lestari Indonesia Tbk (RLCO)
- PT Rockfields Properti Indonesia Tbk (ROCK)
- PT Panca Anugrah Wisesa Tbk (MGLV)
- PT Ifishdeco Tbk (IFSH)
- PT Satria Mega Kencana Tbk (SOTS)
- PT Samator Indo Gas Tbk (AGII)
- PT Lima Dua Lima Tiga Tbk (LUCY)
- PT BSA Logistics Indonesia Tbk (WBSA)

