Dharma Polimetal Tbk (DRMA) Dijagokan Raih 'The Best Investortrust Companies 2026'
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – PT Dharma Polimetal Tbk (DRMA) menjadi salah satu kandidat yang dijagokan meraih penghargaan The Best Investortrust Companies 2026, ajang apresiasi tahunan yang diselenggarakan Investortrust untuk emiten-emiten terbaik di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Emiten komponen otomotif tersebut dinilai layak masuk nominasi karena berhasil menjaga pertumbuhan bisnis secara konsisten, memiliki fundamental keuangan yang sehat, profitabilitas yang kuat, serta posisi strategis dalam rantai pasok industri otomotif nasional, termasuk kendaraan listrik.
Mengacu pada data Investing.com dan laporan publikasi, kapitalisasi pasar Dharma Polimetal mencapai Rp4,65 triliun, menjadikannya salah satu emiten sektor perindustrian dan otomotif dengan pertumbuhan cukup menonjol di pasar modal Indonesia.
Selain memiliki likuiditas perdagangan saham yang relatif baik, DRMA juga dinilai mampu mempertahankan stabilitas bisnis di tengah fluktuasi industri otomotif dan perlambatan ekonomi global. Hal tersebut menjadi salah satu faktor penting dalam metodologi penilaian The Best Investortrust Companies 2026, yang menitikberatkan pada pertumbuhan berkelanjutan, profitabilitas, dan kualitas fundamental perusahaan.
Baca Juga
Dharma Polimetal (DRMA) Siapkan Capex Rp 400 Miliar, Ada Rencana Akuisisi?
Dari sisi kinerja keuangan, DRMA membukukan pendapatan sekitar Rp5,9 triliun pada 2025, dibandingkan Rp5,5 triliun pada 2024, atau tumbuh sekitar 7% secara tahunan (year on year/yoy).
Adapun laba bersih sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi (EBITDA) meningkat sekitar 3,6% dari Rp965,88 miliar menjadi Rp1,02 triliun. Dengan EBITDA sebesar itu, DRMA mengantongi laba bersih Rp652,5 miliar pada 2025, naik 12,65% dari Rp579,2 miliar pada 2024.
Pertumbuhan laba bersih yang lebih tinggi dibanding pertumbuhan pendapatan menunjukkan kemampuan perseroan menjaga efisiensi operasional dan meningkatkan margin keuntungan di tengah dinamika biaya bahan baku dan tekanan industri manufaktur.
Selain fundamental keuangan yang kuat, DRMA juga memiliki keunggulan dari sisi diversifikasi bisnis dan posisi strategis di industri otomotif. Perseroan memproduksi berbagai komponen otomotif, mulai dari rangka, chassis, komponen plastik, hingga komponen kendaraan roda dua dan roda empat.
DRMA juga dinilai memiliki prospek jangka panjang yang menarik karena aktif mengembangkan bisnis kendaraan listrik dan ekosistem pendukungnya. Perseroan melalui anak usahanya mulai memperluas bisnis motor listrik dan komponen kendaraan listrik, sejalan dengan tren elektrifikasi otomotif nasional.
Keunggulan lainnya ialah basis pelanggan yang kuat. DRMA menjadi pemasok berbagai produsen otomotif besar di Indonesia, sehingga memiliki stabilitas permintaan dan hubungan bisnis jangka panjang dengan pemain utama industri otomotif.
Perseroan juga dikenal memiliki struktur keuangan yang relatif sehat dengan kemampuan menjaga arus kas dan tingkat utang pada level yang terkendali.
Dari sisi valuasi, saham DRMA diperdagangkan dengan price to earnings ratio (PER) skitar 7 kali dan price to book value (PBV) sekitar 1,69 kali. Valuasi tersebut dinilai masih kompetitif mengingat pertumbuhan laba perseroan yang tetap solid dan prospek industri kendaraan listrik yang terus berkembang.
Baca Juga
Pendapatan Dharma Polimetal (DRMA) Naik 6% di Kuartal I-2026, Segmen Ini Penyumbang Terbesar
Ajang “The Best Investortrust Companies 2026” sendiri mengusung tema “Indonesia's Capital Market Leaders in the Age of Fiscal Discipline, Governance Reform, and Geopolitical Risk”. Penilaian dilakukan berdasarkan delapan indikator utama, seperti return saham satu tahun, volatilitas, likuiditas perdagangan, pertumbuhan penjualan dan laba operasi tiga tahun, margin operasional, asset turnover, hingga return on equity (ROE).
Selain aspek keuangan, penjurian juga mempertimbangkan tata kelola perusahaan, transparansi, keterbukaan informasi, serta kemampuan emiten menciptakan nilai jangka panjang bagi pemegang saham.
Dari total 967 emiten di Bursa Efek Indonesia, hanya 279 emiten atau sekitar 28,9% yang lolos tahap awal seleksi. Seleksi kemudian diperketat lagi melalui sejumlah indikator tambahan sehingga hanya 84 emiten yang berhasil melaju ke tahap lanjutan.
Rangkaian penjurian berlangsung sepanjang April hingga Mei 2026, mulai dari proses nominasi, polling pelaku pasar, wawancara, hingga rapat final dewan juri. Acara puncak penghargaan dijadwalkan berlangsung pada akhir Mei 2026.

