IHSG Oversold di Tengah Tekanan Rupiah, Simak Rekomendasi Saham IPOT
JAKARTA, investortrust.id – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) diprediksi bergerak variatif (mixed) dalam sepekan ke depan, dengan kecenderungan konsolidasi hingga melemah.
Pergerakan ini dipengaruhi sentimen global yang didominasi aksi risk-off serta tekanan pada nilai tukar rupiah yang memicu arus keluar dana asing (capital outflow).
Equity Analyst Indo Premier Sekuritas (IPOT) Brigita Kinari menjelaskan, secara teknikal IHSG saat ini berada di area oversold setelah menutup gap pada kisaran 7.308–7.346.
Baca Juga
Prabowo Dikabarkan Akan Reshuffle Kabinet, Bahlil: Nanti Kita Lihat Saja
Kondisi tersebut membuka peluang terjadinya technical rebound jangka pendek, meskipun ruang penguatan diperkirakan terbatas karena tren jangka pendek masih bearish.
“Fokus pasar kini tertuju pada pengujian support krusial di rentang 7.100–7.150. Apabila level ini gagal dipertahankan, IHSG berpotensi melanjutkan pelemahan untuk menutup gap berikutnya di area 7.022–7.080 hingga menguji support psikologis di sekitar 6.917,” ujar Brigita, Senin (27/4/2026).
Dari sisi sektoral, rotasi pasar diperkirakan berlangsung lebih selektif. Sektor energi diproyeksikan tetap menjadi penopang, didorong harga komoditas yang masih tinggi di tengah tensi geopolitik global. Selain itu, sektor transportasi dan logistik juga dinilai berpotensi menunjukkan resiliensi.
Baca Juga
Sementara sektor siklikal dan konglomerasi masih cenderung tertekan oleh sentimen makro. Namun, kondisi harga yang telah berada di area deeply oversold mulai membuka peluang akumulasi secara selektif.
Dalam kondisi pasar yang fluktuatif, investor disarankan menerapkan strategi defensif dengan disiplin manajemen risiko, serta fokus pada saham dengan kekuatan relatif dan katalis fundamental yang kuat.
Baca Juga
AI dan Chip Dongkrak Laba Industri China 15,8% di Tengah Krisis Energi
Merespons dinamika tersebut, IPOT merekomendasikan tiga saham untuk trading:
DKFT: entry Rp805, target price Rp900, stop loss Rp765. Saham ini masih bergerak dalam tren naik di atas EMA5 hingga EMA50, dengan foreign inflow Rp4,8 miliar dalam sepekan terakhir.
ESSA: entry Rp945, target price Rp1.045, stop loss Rp890. ESSA konsisten dalam tren uptrend dan didukung foreign inflow Rp200,3 miliar sejak awal April serta kenaikan harga amonia global.
ERAA: entry Rp404, target price Rp442, stop loss Rp388. ERAA berpotensi melanjutkan tren naik dengan bertahan di atas EMA50 serta didukung volume transaksi di atas rata-rata 20 hari.

