Bagikan

Ingin Keluar dari Daftar HSC, Saham Barito Renewables (BREN) Dilepas Pengendali BRPT

JAKARTA, investortrust.idPT Barito Pacific Tbk (BRPT), selaku pengendali, melepas sebanyak 30,40 juta saham PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) senilai Rp 251,38 miliar. Penjualan bertujuan untuk menambah saham public atau free float BREN di Bursa Efek Indonesia (BEI).

BREN dalam penjelasan resminya di BEI, Rabu (22/4/2026), disebutkan bahwa penjualan saham dilakukan secara bertahap pada 20 April 2026. Adapun harga penjualan rentang Rp 6.375-6.675. “Penjualan saham bertujuan untuk menambah free float dan likuiditas saham yang beredar BREN di pasar,” tulis pengumuman resminya.

Penjualan tersebut menjadikan total saham BREN yang dimiliki BRPT berkurang dari semula 64,66% menjadi 64,63%. BRPT tercatat sebagai pengendali dengan kepemilikan terbanyak saham BREN. Adapun dalam dua hari terakhir, saham BREN turun lebih dari 18% menjadi Rp 5.400 dalam sepekan terakhir.

Baca Juga

Hantaman Keras Saham BREN dan DSSA

Sebelumnya, Green Era Energy Pte Ltd, perusahaan investasi yang teraffiliasi dengan taipan Prajogo Pangestu, meraup dana senilai Rp 1,57 triliun dari divestasi sebagian saham Barito Renewables (BREN).

Green Era menjual sebanyak 350 juta saham BREN dengan harga pelaksanaan Rp 4.510. Penjualan tersebut dilakukan saat saham BREN sentuh level terendah lebih dari satu tahun terakhir. “Tujuan transaksi untuk menambah free float dan likuiditas saham beredar di pasar,” tulis manajemen BREN dalam penjelasan resminya.

Pengusaha Prajogo Pangestu. Foto: Investortrust/Mohammad Defrizal

Penjualan saham tersebut menjadikan total saham BREN yang dikuasai Green Era berkurang dari semula 22,92% menjadi 22,66%. Meski demikian, Green Era masih bertindak sebagai pemegang saham terbesar kedua di BREN.

Sebelumnya, BEI menetapkan BREN masuk dalam daftar kepemilikan saham terkonsentrasi atau high shareholding concentration (HSC) mencapai 97,31% dari total saham emiten Prajogo Pangestu ini.

Baca Juga

Meski Kinerja Meleset, Barito Renewables (BREN) Disebut Tetap Menarik dengan Target Harga Tinggi Ini

Hingga tahun 2025, BREN membukukan pendapatan sebesar US$ 605 juta atau tumbuh 1,4% secara tahunan pada 2025, dibandingkan periode sama tahun sebelumnya US$ 597 juta. Pertumbuhan ini didukung produksi listrik panas bumi yang stabil serta kontribusi dari unit Binary Salak, meski segmen pembangkit angin menghadapi kondisi yang lebih menantang.

EBITDA tercatat sebesar US$518 juta dengan margin EBITDA mencapai 85,6%. Manajemen BREN menyebutkan bahwa pencapaian ini mencerminkan efisiensi operasional dan pengelolaan biaya yang berkelanjutan. Sementara itu, laba bersih setelah pajak meningkat 6,5% menjadi US$ 165 juta, didorong kinerja operasional yang kuat serta penurunan biaya pendanaan.

The Convergence Indonesia, lantai 5. Kawasan Rasuna Epicentrum, Jl. HR Rasuna Said, Karet, Kuningan, Setiabudi, Jakarta Pusat, 12940.

FOLLOW US

logo white investortrust
Telah diverifikasi oleh Dewan Pers
Sertifikat Nomor1188/DP-Verifikasi/K/III/2024