Bitcoin Kembali Naik ke Atas US$ 76.000 Saat Geopolitik & Sidang Senat Memanas
JAKARTA, investortrust.id – Bitcoin (BTC) bergerak di level kritis US$ 76.000, sebuah zona yang dianggap sebagai titik penentu (make-or-break), seiring konvergensi tiga tekanan utama dalam kurun 48 jam.
“Gencatan Senjata AS-Iran di ambang kegagalan, alhasil ketidakpastian meningkat drastis menjelang tenggat waktu gencatan senjata pada Rabu (22/4/2026),” jelas Financial Expert Ajaib Kripto Panji Yudha siang ini.
Kabar pembatalan perjalanan Wakil Presiden AS, yakni JD Vance ke Pakistan untuk negosiasi damai, memicu kekhawatiran bahwa diplomasi telah buntu. Kondisi ini diperparah dengan tetap ditutupnya Selat Hormuz oleh Iran, yang memicu lonjakan harga minyak mentah sebesar 5%.
“Akibat hal tersebut, indeks saham AS Dow Jones, S&P 500 & Nasdaq kompak ditutup di atas -0,5%,” sambungnya.
Baca Juga
Efek Warsh dan Trump, Bitcoin Sempat Melemah Lalu Balik Arah Pagi Ini
Menurut Panji, pelaku pasar memantau ketat sidang konfirmasi Kevin Warsh sebagai calon Ketua Federal Reserve di Senat. Dalam pernyataannya, Warsh menekankan pentingnya independensi Fed dari tekanan politik terkait keputusan suku bunga.
Menariknya, Warsh dikenal memiliki pandangan positif terhadap aset digital dan menganggap Bitcoin sebagai ‘emas digital’. Maka jika terpilih, ia berpotensi menjadi Ketua Fed pertama yang memiliki paparan langsung dan simpati terhadap ekosistem DeFi.
Di sisi lain, sektor energi mulai melirik mining (kripto) di tengah gejolak harga, beriringan dengan adopsi fundamental terus berkembang. Perusahaan energi asal Inggris, yakni Reabold Resources melaporkan, sedang menjajaki potensi penambangan Bitcoin, memanfaatkan fasilitas pembangkit listrik skala kecil miliknya di Yorkshire.
Baca Juga
Pernyataan Trump Guncang Bitcoin, Berikut Lima Kasus yang Sebabkan Reli dan Kejatuhan
Merespons dinamika pasar yang sedang berlangsung, Panji memprediksi bahwa harga Bitcoin akan bergerak dalam rentang US$ 75.000 - US$ 78.000 hari ini. Hingga pukul 12:13 WIB, harga Bitcoin terpantau masih bertengger pada level US$ 77.571.
Sementara Ethereum diperkirakan bergerak di sekitar US$ 2.300 hingga US$ 2.500.
Dalam 24 jam terakhir, BTC naik 0,5% ke kisaran US$ 76.375 atau Rp 1,3 miliar. Dominasi pasar BTC kini berada di level 60,19%, sementara total kapitalisasi pasar aset kripto naik 0,6% menjadi US$ 2,54 triliun.

