Alfamart (AMRT) Tancap Gas Buka 1.000 Toko Baru di 2026, Bagaimana Prospek Kinerja dan Sahamnya?
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) atau Alfamart menargetkan ekspansi agresif pembukaan sebanyak 1.000 toko baru pada 2026. Perseroan juga akan terus menggenjot penjualan online melalui platform Alfagift.
Dengan ekspansi tersebut, KB Valbury Sekuritas memperkirakan laba bersih AMRT meningkat menjadi Rp 3,76 triliun tahun ini, dibandingkan tahun lalu Rp 3,41 triliun. Pendapatan juga diprediksi melambung menjadi Rp 138,26 triliun pada 2026, dibandingkan tahun sebelumnya Rp 126,73 triliun.
Optimisme pertumbuhan kinerja keuangan terus berlanjut mendorong KB Valbury Sekuritas untuk mempertahankan rekomendasi beli saham Alfamart (AMRT) dengan target harga Rp 2.100. Target tersebut merefleksikan PE sebanyak 23,2 kali. Saat ini waktu tepat untuk akumulasi setelah saham ini turun lebih dari 20% sejak September 2025 hingga kini akibat outflow dana asing.
Baca Juga
Menkop: Kopdes Merah Putih Bisa Bekerja Sama dengan Alfamart dan Indomaret
Analis KB Valbury Sekuritas Andre Suntono mengatakan, AMRT diperkirakan mampu menjaga tren pertumbuhan dengan sepanjang tahun ini dengan target pertumbuhan pendapatan mencapai 9,1% dan laba bersih sebanyak 10,4%. Pertumbuhan akan ditopang oleh peningkatan penjualan, perbaikan bauran produk, efisiensi biaya, serta kenaikan pendapatan lain.
Target peningkatan kinerja keuangan tersebut juga mempertimbangkan target AMRT terhadap pertumbuhan toko yang sama (same store sales growth/SSSG) sekitar 4-5% pada 2026, dengan kontribusi penjualan online diperkirakan meningkat menjadi sekitar 10% dari total pendapatan.
Di sisi lain, dia mengatakan, program pemerintah Koperasi Merah Putih atau koperasi desa (Kopdes) yang membuka toko di daerah terpencil berpotensi menjadi tantangan. “Meski demikian, AMRT dinilai tetap memiliki ruang ekspansi di wilayah lain melalui koordinasi dengan pemerintah,” terangnya.
Baca Juga
Adaro Andalan (AADI) Siapkan Buyback Saham hingga Rp 5 Triliun, Ini Tujuannya
Ekspektasi berlanjutnya pertumbuhan kinerja juga terlihat dari pemulihan perseroan pada kuartal IV-2025. Laba bersih melonjak 46,3% yoy dan 154,2% secara kuartalan (qoq) menjadi Rp 1,1 triliun, didorong peningkatan penjualan selama periode festive, perbaikan bauran produk, efisiensi biaya, serta kenaikan pendapatan lain. Pendapatan pada kuartal IV-2025 tercatat sebesar Rp 32,3 triliun, tumbuh 7,5% yoy dan 5,2% qoq.
Secara keseluruhan, sebut KB Valbury Sekuritas, Alfamart (AMRT) mampu mempertahankan margin laba bersih di level 2,7% sepanjang 2025, meski sempat tertekan pada kuartal III akibat minimnya katalis. Adapun valuasi saham AMRT mengalami penurunan sekitar 20,7% sejak akhir September 2025 menjadi Rp 1.530 per 14 April 2026, seiring arus keluar dana asing.

