Harga Bitcoin dan Saham Indokripto Koin Semesta (COIN) Kompak Menguat, Saatnya Bangkit?
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Harga Bitcoin (BTC) berhasil menguat dalam seminggu terakhir dan sempat menembus level US$ 75.000 per koin. Tren kenaikan harga Bitcoin rupanya memberikan dampak positif terhadap saham PT Indokripto Koin Semesta Tbk (COIN). Bersamaan dengan kenaikan harga Bitcoin, harga saham COIN sempat menyentuh ke level Rp 1.510 per saham pada perdagangan Selasa (14/4/2026).
Namun, pada perdagangan sore hari ini, Rabu (15/4/2026) harga Bitcoin berbalik arah dan turun ke area US$ 74.000. Kompak, saham COIN juga ditutup di level Rp1.430 per saham. Kendati mengalami koreksi, harga saham COIN berhasil menguat 31% dalam seminggu terakhir.
Berdasarkan data dari Stockbit, aktivitas perdagangan saham COIN pada hari Rabu diperdagangkan sebanyak lebih dari 8.900 kali. Volume transaksi mencapai 226 juta lembar dengan nilai sebesar Rp 33,3 miliar.
Baca Juga
Selain dipengaruhi oleh sentimen positif dari peningkatan Bitcoin dan pasar kripto, kinerja saham COIN juga ditopang oleh fundamental perseroan yang kuat. Sebagai induk dari bursa aset kripto CFX, perseroan mencatat pertumbuhan signifikan baik dari sisi pendapatan maupun laba.
Pendapatan COIN meningkat tajam sebesar 181,12% menjadi Rp284,75 miliar. Sejalan dengan itu, EBITDA turut tumbuh 156,29% hingga mencapai Rp131,05 miliar pada tahun 2025. Dari sisi laba bersih, COIN membukukan Rp49,10 miliar atau naik 14% secara year on year (yoy).
Kontributor lainnya berasal dari segmen derivatif yang mencatat lonjakan pendapatan sebesar 7.623% secara yoy menjadi Rp60,17 miliar. Segmen ini memberikan kontribusi sebesar 21,13% terhadap total pendapatan COIN sepanjang 2025.
Baca Juga
Gagal Tembus US$ 76.000, Bitcoin Masih 40% di Bawah Level Tertingginya Sepanjang Masa
Dalam keterbukaan informasi, Direktur Utama PT Indokripto Koin Semesta Tbk, Ade Wahyu, menyampaikan bahwa kondisi pasar yang positif sepanjang 2025 telah mendorong peningkatan volume transaksi, yang pada akhirnya memperkuat kinerja fundamental COIN.
“Pertumbuhan jumlah konsumen yang berkelanjutan serta meningkatnya adopsi, khususnya pada produk derivatif di Bursa Kripto CFX, menjadi faktor utama yang mendorong kinerja Perseroan,” ujar Ade dalam pernyataan yang dirilis, Rabu (1/4/2026).
Sementara itu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) juga ditutup di zona merah. Mengacu pada data Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui RTI, IHSG melemah 0,47% atau turun 36 poin ke level 7.640.

