Mudik Lebaran 2026: Pemerintah Beri Diskon Tiket 30% dan Siapkan Infrastruktur
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id — Pemerintah telah mempersiapkan berbagai langkah strategis guna mengantisipasi lonjakan arus mudik Lebaran 2026. Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko Infrawil), Agus Harimurti Yudhoyono, menyampaikan bahwa sebanyak 143,9 juta perjalanan mudik diperkirakan akan terjadi selama periode Lebaran tahun ini.
“Berdasarkan survei yang dilakukan oleh Kementerian Perhubungan, kami memprediksi puncak arus mudik terjadi pada 14-15 Maret dan 18-19 Maret 2026. Untuk arus balik, diperkirakan puncaknya akan terjadi pada 24-25 Maret dan 28-29 Maret,” kata pria yang akrab disapa AHY itu dalam konferensi pers di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (11/3/2026).
Menurut AHY, kesiapan infrastruktur dan sistem transportasi menjadi perhatian utama pemerintah dalam menghadapi lonjakan volume perjalanan ini. Berdasarkan data yang disampaikan, moda transportasi yang dominan diperkirakan menggunakan mobil pribadi (52%), diikuti dengan sepeda motor dan bus umum.
Namun, untuk meningkatkan kenyamanan dan mengurangi kemacetan, pemerintah juga menyarankan penerapan kebijakan work from anywhere di tengah periode mudik, seperti yang telah diterapkan pada tahun sebelumnya.
Menko AHY juga menyebutkan bahwa kereta api menjadi salah satu moda transportasi utama yang digunakan masyarakat, dengan tujuan utama ke wilayah Jawa Tengah dan Yogyakarta. Stasiun-stasiun besar seperti Pasar Senen dan Gambir di Jakarta akan menjadi titik keberangkatan utama, sementara stasiun-stasiun tujuan utama meliputi Solo Balapan, Lempuyangan, dan Purwokerto.
Baca Juga
Pratikno Ungkap Pemudik Lebaran 2026 Berpotensi Tembus 155 Juta Orang
Di sisi lain, Bandara internasional Soekarno-Hatta di Jakarta diperkirakan menjadi titik keberangkatan terbesar menuju kota-kota lainnya. Pemerintah juga berharap cuaca mendukung untuk memastikan on-time performance pesawat.
Pelabuhan laut juga menjadi elemen penting dalam memfasilitasi mudik, terutama untuk tujuan ke Indonesia Timur. Untuk rute Merak-Bakauheni, pemerintah telah menyiapkan buffer zone untuk mengurangi kemacetan di pelabuhan.
Insentif Diskon Transportasi hingga 30%
Dalam rangka meringankan beban masyarakat, pemerintah juga memberikan berbagai diskon tarif untuk angkutan selama masa mudik Lebaran. Diskon tersebut berlaku untuk moda transportasi darat, laut, dan udara. Untuk angkutan laut, diskon 30% akan berlaku untuk seluruh kelas ekonomi kapal PSO Pelni selama 26 hari dari 11 Maret hingga 5 April 2026.
Selain itu, diskon 30% juga diberikan untuk kereta api kelas ekonomi, berlaku antara 14 hingga 29 Maret 2026, dengan target 1,2 juta penumpang. Sementara untuk angkutan udara, diskon hingga 17-18% diberikan untuk tiket pesawat domestik kelas ekonomi, berlaku mulai 14 hingga 29 Maret 2026.
Untuk mengurangi kemacetan di jalan tol, pemerintah juga memberikan diskon tarif 30% di 25 ruas jalan tol, khususnya pada 15-16 Maret dan 26-27 Maret.
“Kami juga membatasi operasional angkutan barang yang tidak esensial selama periode mudik untuk menghindari kemacetan ekstrem,” tegas AHY.

