30 Bulan Berturut-turut Emas Perhiasan Bayangi Inflasi Indonesia
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat terjadinya inflasi pada emas perhiasan selama berbulan-bulan. Komoditas yang masuk dalam kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya tersebut, menjadi penyumbang inflasi pada Februari 2026 dengan inflasi 2,55% dan andil ke inflasi 0,19%.
“Komoditas emas perhiasan telah mengalami inflasi secara month to month selama 30 bulan berturut-turut,” kata Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, di kantor pusat BPS, Jakarta, Senin (2/3/2026).
Inflasi emas perhiasan pada Februari 2026 sebesar 8,42% secara bulanan. Inflasi komoditas ini memberi andil 0,19%.
Pada Februari 2023, inflasi tercatat sebesar 0,12% secara bulanan. Angka ini kembali naik pada Februari 2024 yang sebesar 0,64% secara bulanan.
Pada Februari 2025, inflasi emas perhiasan juga naik menjadi 5,53% secara bulanan.
Sebelumnya diberitakan, BPS mencatat terjadinya inflasi yang melambung di atas target pemerintah dan bank sentral yaitu 2,5% plus minus 1%. BPS mencatat inflasi tahunan mengalami lonjakan hingga 4,76% secara tahunan pada Februari 2026.
BPS mencatat, inflasi Februari 2026 berada pada 0,68% secara bulanan dan 0,53% secara tahun kalender.
“Atau terjadi kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 105,48 pada Februari 2025 menjadi 110,5 pada Februari 2026,” kata Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, di kantor pusat BPS, Jakarta, Senin (2/3/2026).
Baca Juga
Ketegangan Timur Tengah Dorong Emas Antam (ANTM) ke Rp 3,135 Juta
Berdasarkan kelompok pengeluarannya, inflasi tahunan ini didorong oleh kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga. Kelompok ini mengalami inflasi sebesar 16,19% secara tahunan dengan andil terhadap inflasi sebesar 2,26%.
“Komoditas dengan andil inflasi pada kelompok tersebut yaitu tarif listrik,” ujar dia.
Inflasi tarif listrik tercatat sebesar 86,96% secara tahunan. Melonjak karena adanya low base effect.
Kelompok pengeluaran lain yang mendorong inflasi yaitu perawatan pribadi dan jasa lainnya. Kelompok ini mengalami inflasi sebesar 16,66% secara tahunan dengan andil terhadap inflasi sebesar 1,12%.
“Inflasi pada kelompok tersebut terutama terjadi pada komoditas emas perhiasan,” jelas dia.

