Ditanya Biaya Impor Mobil untuk KDMP, Menkeu Malah Jawab Skema Pendanaan Kopdes
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Isu rencana importasi 105.000 unit mobil bak terbuka atau pick up untuk operasional Koperasi Desa Merah Putih oleh PT Agrinas Pangan Nusantara masih menjadi wacana yang hangat. Kendati belakangan Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara Joao Angelo De Sousa Mota nyatakan siap menunda rencana tersebut, tak ayal sejumlah pertanyaan soal skema pendanaan dan pembayaran kembali pengadaan mobil operasional Kopdes tersebut ikut mengemuka di setiap pertemuan media dengan pemerintah, termasuk di saat paparan APBN KiTa edisi Februari 2026 oleh Menteri Keuangan dan jajaran pejabat eselonnya.
Saat sesi tanya jawab, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memang sempat ikut ketiban pertanyaan soal pembiayaan pengadaan pick-up buat Kopdes Merah Putih, yang rencananya akan diimpor dari manufaktur asal India.
Alih-alih menjawab secara rinci perihal skema pembiayaannya, Purbaya justru berbicara soal skema pendanaan KDMP yang akan mengandalkan dana dari pemerintah lewat bank pelat merah atau Himpunan Bank Milik Negara (Himbara).
Baca Juga
Melunak, Bos Agrinas Bakal Patuhi Pemerintah Tunda Impor 105.000 Pikap dari India
Saat ditanyai seputar wacana impor mobil untuk Kopdes tersebut, Purbaya mengatakan bahwa KDMP menjalankan operasinya dengan meminjam uang dari himpunan bank milik negara atau Himbara. Dia tak menyinggung peruntukan uang tersebut apakah untuk mengimpor mobil angkut.
“Kewajiban saya, Kementerian Keuangan, adalah setiap tahun kira-kira akan menyicil pinjamannya sebesar Rp 40 triliun selama enam tahun ke depan,” kata Purbaya, saat paparan APBN KiTa edisi Februari 2026, di kantornya, Jakarta, Senin (23/2/2026).
Purbaya mengatakan risiko dari pembiayaan untuk KDMP relatif terukur. Sehingga dia berani mengeklaim tidak ada tambahan risiko terhadap pengelolaan fiskal.
“Enggak ada tambahan risiko fiskal. Karena setiap tahun pun itu sebagian uangnya dipindahkan dari uang Dana Desa. Jadi setiap tahun pun memang kita belanja segitu. Cuma sekarang cara belanjanya berubah,” ujar dia.
Seperti diberitakan sebelumnya, Direktur Utama Agrinas Pangan Nusantara, Joao Angelo De Sousa Mota, mengungkapkan bahwa pengadaan kendaraan untuk Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih telah melalui penjajakan pasar dengan produsen otomotif di dalam negeri sebelum melakukan pembelian.
Menurut Joao, proses tersebut dilakukan dengan mengundang sejumlah produsen untuk bertemu serta menjalani tahapan kualifikasi sesuai spesifikasi kendaraan yang dibutuhkan, yakni kendaraan niaga berpenggerak empat roda (4x4).
Kepada Investortrust.id, Joao merinci pembelian yang telah dilakukan melalui sejumlah Agen Pemegang Merek (APM), di antaranya sebanyak 900 unit, maksimal 10.000 unit hingga Desember 2026, sebanyak 20.600 unit hingga Desember 2026, sebanyak 13.500 unit, serta (Hilux) sebanyak 75 unit.
“Kami sudah mengundang semua produsen. Kami lakukan penjajakan pasar dan prakualifikasi. Yang tidak lolos ya tidak kami lanjutkan,” ujar Joao kepada Investortrust.id, Senin (23/2/2026).
Dari total kebutuhan 160.000 unit kendaraan niaga untuk 2026, Joao mengaku sebanyak 55.000 unit diserap dari produsen dalam negeri. Sementara itu, 105.000 unit lainnya didatangkan dari India karena kapasitas produksi domestik dinilai belum mencukupi.
“Semua kemampuan produksi dalam negeri yang sanggup kami serap. Sisanya baru kami penuhi dari luar karena kapasitas tidak mencukupi,” kata Joao.

