Purbaya Optimistis Ekonomi Indonesia Menuju 6% Tahun Ini, Sebut Moody’s 'Offside'
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan optimisme pemerintah bahwa perekonomian Indonesia pada tahun ini mampu tumbuh mencapai 6%. Keyakinan tersebut didasarkan pada kinerja ekonomi yang menunjukkan perbaikan nyata, khususnya pertumbuhan ekonomi kuartal IV-2025 yang tercatat mencapai 5,39%.
Purbaya menilai capaian tersebut sekaligus membantah penilaian Moody’s yang sebelumnya menurunkan prospek (outlook) Indonesia menjadi negatif dengan alasan risiko perlambatan ekonomi. Menurutnya, realisasi pertumbuhan justru menunjukkan kondisi sebaliknya. “Begitu angka keluar 5,39% atau 5,4%, dia (Moody's) offside,” ujar Purbaya dalam acara seminar Revitalisasi Galangan Kapal dan Pelayaran Indonesia: Mendorong Daya Saing dan Peningkatan Kapasitas Industri Nasional di Jakarta, Selasa, (10/2/2026), merujuk pada penilaian Moody’s yang dinilainya tidak sejalan dengan data aktual.
Purbaya menambahkan, setelah data pertumbuhan dirilis, sejumlah lembaga keuangan global justru merevisi naik proyeksi ekonomi Indonesia. Ia menyebut J.P. Morgan menaikkan prediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia menjadi 5,2%, disusul Dana Moneter Internasional (IMF) yang juga merevisi proyeksinya dari 4,9% menjadi 5,2%. Bagi Purbaya, perkembangan ini semakin menegaskan bahwa penilaian Moody’s telah meleset.
Baca Juga
INSA Ungkap Kendala Industri Pelayaran RI Sulit Bersaing dengan China
Dalam kesempatan yang sama, Purbaya meminta publik tidak khawatir terhadap penurunan outlook tersebut, termasuk terhadap pandangan sebagian ekonom domestik yang mengkhawatirkan potensi resesi. “Dia bilang kita mau resesi. Lu gak liat angka apa gimana? Ini serius," tegas Purbaya, seraya menegaskan bahwa angka pertumbuhan ekonomi 5,39% benar-benar menggambarkan adanya perbaikan di perekonomian, dan bukan manipulasi angka di kertas. "Kalau anda lihat dari sisi Consumer Confidence juga sama. Di bulan Desember tinggi, Januari naik lagi ke level yang lebih tinggi," imbuhnya.
Lebih lanjut, Purbaya menekankan bahwa perbaikan ekonomi tidak hanya tercermin pada indikator makro, tetapi juga dirasakan langsung oleh masyarakat. Hal ini terlihat dari indeks kepercayaan konsumen yang terus meningkat. Ia menyebutkan bahwa pada Desember indeks kepercayaan konsumen sudah berada di level tinggi, lalu kembali naik pada Januari ke tingkat yang lebih tinggi lagi.
Selain itu, tingkat kepercayaan publik terhadap pemerintah dan Presiden Prabowo Subianto juga menunjukkan tren penguatan. Purbaya mengatakan bahwa pada Desember sempat terjadi sedikit penurunan, yang ia duga dipengaruhi oleh banyaknya hari libur, namun pada Januari kembali melonjak dan bahkan mencapai level tertinggi sepanjang sejarah survei tersebut. “Sekarang approval rate masyarakat ke presiden amat tinggi,” ujarnya.
Dengan berbagai indikator yang membaik, Purbaya optimistis pertumbuhan ekonomi Indonesia dapat digenjot hingga 6%. Ia bahkan berseloroh akan meminta hadiah kepada Presiden Prabowo jika target tersebut tercapai. “Kalau tidak tercapai, saya minta maaf ke Pak Hashim saja," kelakarnya.

