Rupiah Terdepresiasi Jelang Pengumuman Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 2025
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Rupiah melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada Kamis (5/2/2025). Rupiah terdepresiasi ke level Rp 16.810 per US$ pada pukul 09.05 WIB.
Dari pantauan Bloomberg, indeks dolar Amerika Serikat atau DXY menguat ke level 97,74. Kenaikan ini mendorong pelemahan sejumlah mata uang negara mitra dagang Indonesia terhadap dolar AS.
Yuan China melemah -0,06% terhadap dolar AS. Pelemahan juga terjadi pada rupee India sebesar -0,17%, yen Jepang -0,05%, ringgit Malaysia -0,29%, dolar Singapura -0,05%, dan baht Tailan -0,07%. Euro Uni Eropa dan poundsterling Britania Raya juga melemah masing-masing -0,07% dan 0,12%.
Mata uang yang menguat terhadap dolar AS yaitu dolar Hongkong dan peso Filipina. Dolar Hongkong menguat 0,03% dan peso Filipina menguat 0,22%.
Kepala Ekonom Bank Mandiri, Andry Asmoro penguatan dolar AS terjadi seiring menguatnya imbal hasil US Treasury tenor 10 tahun. US Treasury terpantau naik 0,8 basis poin atau 4,27% seiring penilaian pasar terhadap prospek pertumbuhan ekonomi dan kebijakan moneter the Fed di bawah calon pemimpin barunya, Kevin Warsh.
Baca Juga
Dengan tertundanya sejumlah data utama pemerintah AS, pasar memberi bobot lebih besar pada indikator swasta untuk mengukur kondisi ekonomi dan arah kebijakan Federal Reserve, khususnya setelah Presiden AS, Donald Trump mencalonkan Kevin Warsh sebagai Ketua The Fed berikutnya.
Dari pasar komoditas safe haven, harga emas naik ke sekitar US$ 5.000 per ons pada Kamis, memperpanjang penguatan untuk sesi ketiga berturut-turut setelah mencatatkan kenaikan intraday terbesar sejak 2008 pada awal pekan ini. Kenaikan tersebut didorong oleh aksi beli saat harga turun (dip buying) setelah koreksi historis dari level tertinggi sepanjang masa pada akhir pekan lalu.
Perhatian pasar kini tertuju pada laporan ketenagakerjaan ADP, yang menunjukkan pertumbuhan tenaga kerja sektor swasta lebih lemah dari perkiraan, sementara kejutan positif pada ISM Services PMI mengindikasikan ketahanan sektor jasa. Di sisi lain, ketegangan AS–Iran masih berlanjut meskipun terdapat kesepakatan untuk menggelar perundingan nuklir di Oman pada Jumat, karena Washington belum menutup kemungkinan serangan terkait perlakuan Iran terhadap demonstran serta aktivitas nuklirnya.
Di dalam negeri, Badan Pusat Statistik (BPS) akan melaporkan data pertumbuhan ekonomi kuartal IV-2025 dan 2025 secara penuh. Data tersebut akan menjadi rujukan pelaku usaha untuk menentukan prospek perekonomian Indonesia ke depan.
Andry memproyeksikan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pada hari ini akan bergerak di kisaran Rp 16.735-16.798 per US$.

