Rupiah Melemah di Kamis Sore, Berada di Level Rp 16.786 per US$
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Rupiah bergerak melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada Kamis sore (29/1/2026). Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) mencatat rupiah bertengger sebesar Rp 16.786 per US$.
Kepala Ekonom Bank Mandiri, Andry Asmoro menjelaskan bahwa pasar melihat bahwa the Fed menegaskan kembali bahwa penyesuaian kebijakan ke depan akan bergantung pada data ekonomi. The Fed akan mempertimbangkan data ekonomi, perkembangan prospek, dan keseimbangan risiko.
Indeks saham Asia ditutup mayoritas menguat. Hang Seng naik 0,5% ke 27.968 dan Nikkei naik tipis 0,03% setelah the Fed mempertahankan suku bunga acuan pada kisaran target 3,5%-3,75% pada Januari 2026, sesuai ekspektasi pasar.
“Para pembuat kebijakan mencatat bahwa aktivitas ekonomi terus berkembang pada laju yang solid, didukung oleh tanda-tanda stabilisasi di pasar tenaga kerja, sementara inflasi masih relatif tinggi,” kata Andry.
Baca Juga
Rupiah Kamis Pagi Terdepresiasi Jadi Rp 16.798 Per Dolar di Tengah Sentimen Global
Di dalam negeri, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah 1,1% ke 8.232 seiring investor terus mencerna keputusan MSCI, yang untuk sementara menghentikan penyeimbangan ulang indeks saham Indonesia di tengah meningkatnya kekhawatiran mengenai transparansi free float dan tingkat investabilitas pasar.
Menyikapi hal tersebut, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bursa Efek Indonesia (BEI), dan Self-Regulatory Organizations (SRO) tengah berkoordinasi dengan MSCI serta menyiapkan rencana peningkatan persyaratan minimum free float menjadi 15% dari sebelumnya 7,5%, guna memperkuat kredibilitas pasar dan meningkatkan investabilitas.
Nilai transaksi saham mencapai Rp 67,9 triliun, sehingga rata-rata nilai transaksi harian sepanjang 2026 menjadi Rp 31,0 triliun. Investor asing mencatat arus dana bersih keluar Rp 4,6 triliun. Arus keluar bersih Rp 8,3 triliun per month to date.
Imbal hasil obligasi pemerintah Indonesia tenor 10 tahun naik 0,7 bps ke 6,37%, sementara imbal hasil obligasi pemerintah Indonesia berdenominasi dolar AS tenor 10 tahun naik 1,8 bps ke 5,0%.
Kepemilikan asing pada obligasi pemerintah per 27 Januari 2026 tercatat sebesar Rp 881,9 triliun tau 13,39% dari total outstanding.
Rupiah melemah 0,26% ke Rp16.750 per US$ pada pukul 17.00 WIB, dengan kisaran perdagangan di level Rp 16.750–16.797 per US$.

