Dapat Info Pelanggar Pajak dapat 'Backing' Aparat, Purbaya Minta 'Backing' Djamari Chaniago
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan akan terus menjaga pendapatan negara pada 2026. Salah satu langkah yang dijajaki Kementerian Keuangan (Kemenkeu) yaitu menjalin kerja sama dengan Kementerian Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam).
“Tadi saya ketemu Menkopolhukam (Djamari Chaniago) dan berdiskusi, dan setuju (untuk ikut amankan pendapatan negara). Akan kerja sama di mana kita akan melibatkan polhukam, polisi, tentara,” kata Purbaya, saat konferensi pers Hasil Rapat Berkala KSSK I-2026, di kantor Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Jakarta, Selasa (27/1/2026).
Purbaya mengatakan kerja sama itu dibutuhkan karena dia mendapat informasi dari pegawainya di lapangan mengenai adanya backing-an aparat terhadap para pelanggar pajak dan cukai.
“Kalau kata orang-orang saya di lapangan, (pelanggar pajak) selalu ada backing-nya. Pertama akan kita kejar di rokok ilegal dulu. Mungkin sebulan ke depan akan jalan itu. Jadi kita efektifkan pengumpulan pajak,” ucap dia.
Dalam kesempatan yang sama Purbaya mengatakan akan merestrukturisasi jajaran pegawai Direktorat Jenderal Pajak (DJP) dan Direktorat Jenderal Bea Cukai (DJBC) secara besar-besaran.
Baca Juga
Bea Cukai Amankan 160 Juta Batang Rokok Ilegal, Negara Diproyeksi Rugi Rp 213,76 Miliar
“Bea cukai akan kami mulai besok, pajak akan kami mulailah minggu depan,” ujar dia.
Untuk kepentingan peningkatan pendapatan perpajakan, Purbaya juga mengaku akan memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan atau AI untuk mengecek underinvoicing. Dia mengeklaim AI yang dikembangkan Bea Cukai mampu mendeteksi underinvoicing hampir 50% dari nilai barang ekspornya.
“Terus kita akan ekstensifikasi pajak dan bea cukai. Bukan dinaikkan tarifnya, tapi saya deteksi banyak juga ada perusahaan-perusahaan asing di sini yang beroperasi cash basis. Jadi PPN-nya nggak bayar, pajak penghasilannya juga rendah. Itu saya heran bisa lolos, tapi dengan nanti restrukturisasi pegawai, saya pikir itu gak akan bisa lolos lagi,” kata dia.

