Rupiah Menguat ke Posisi Rp 16.779 per US$, Sentimen Thomas Djiwandono Gabung ke BI?,
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Rupiah menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada Senin (26/1/2026). Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) mencatat rupiah menguat di level Rp 16.779 per US$.
Pengamat komoditas dan mata uang, Ibrahim Assuaibi menjelaskan peran baru Thomas Djiwandono di Bank Indonesia telah membangun sentimen baru pada pergerakan rupiah. Pasar merespon positif langkah uji kelayakan Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Thomas Djiwandono sebagai Calon Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) di Komisi XI DPR RI sore ini. Thomas dijadwalkan mengikuti fit and proper test pada pukul 16.00-17.00 WIB.
Nama Thomas sendiri akhirnya dipilih seluruh fraksi di DPR sebagai deputi gubernur BI menggantikan Juda Agung.
Sebelumnya, Ketua Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun mengatakan proses pengisian jabatan deputi gubernur BI berjalan sesuai mekanisme konstitusional dan ketentuan perundang-undangan.
Selain itu, pasar mendukung komitmen BI dalam menjaga stabilitas rupiah yang memberikan sentimen positif, dengan melakukan intervensi dalam jumlah besar melalui pasar offshore NDF, DNDF (domestic non-delivery forward), serta pasar spot.
Bank Indonesia meyakini ke depan akan tetap stabil dengan kecenderungan menguat berkat dukungan imbal hasil yang menarik, inflasi rendah, dan tetap baiknya prospek pertumbuhan ekonomi. Penguatan rupiah juga akan didukung cadangan devisa (cadev) yang dinilai lebih dari cukup untuk melakukan upaya stabilisasi nilai tukar.
Dari luar negeri, pasar memantau meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat dan sekutu NATO terkait Greenland, yang telah mengguncang pasar global. Retorika Presiden AS Donald Trump tentang kepentingan strategis AS di wilayah Arktik telah memperketat hubungan transatlantik, memicu kekhawatiran tentang dampak diplomatik dan ekonomi yang lebih luas.
Baca Juga
Tak Hanya Manchester United Cicipi Kemenangan, Rupiah Juga “Menang” atas Dolar AS
Pernyataan tersebut memperparah ketegangan geopolitik tersebut, Trump meningkatkan gesekan perdagangan dengan Kanada akhir pekan ini, berjanji untuk mengenakan tarif 100% pada barang-barang Kanada jika Ottawa melanjutkan kesepakatan perdagangan dengan China.
Trump menulis di platform media sosialnya bahwa Kanada dapat digunakan sebagai "pelabuhan transit" untuk barang-barang China yang masuk ke Amerika Serikat dan memperingatkan bahwa Beijing akan "memakan Kanada hidup-hidup" jika kesepakatan tersebut berjalan.
Selain itu, masih ada ekspektasi seputar kebijakan moneter AS. The Fed dijadwalkan untuk mengakhiri pertemuan kebijakannya pada Rabu, dan pasar secara luas mengantisipasi bahwa para pembuat kebijakan akan mempertahankan suku bunga tetap.
Meskipun jeda kenaikan suku bunga sebagian besar sudah diperhitungkan, investor akan mencermati pernyataan the Fed dan komentar Ketua the Fed Jerome Powell untuk mencari petunjuk tentang waktu dan laju potensi penurunan suku bunga di akhir tahun ini.

