HSBC: Penurunan Suku Bunga Berpotensi Tekan Margin Bank, tapi Sektor Ini Diuntungkan
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Head of Equity Strategy Asia Pacific HSBC Global Research Herald van der Linde menilai bahwa penurunan suku bunga berpotensi memberikan tantangan bagi sektor perbankan, meski dampaknya di Indonesia cenderung berbeda dibandingkan negara lain.
“Jika suku bunga turun, sejujurnya kami tidak melihat itu akan terjadi dalam waktu dekat. Tapi jika suku bunga turun, biasanya itu buruk bagi bank,” ujarnya dalam Online Media Briefing HSBC Indonesia Economy & Investment Outlook 2026, Senin (12/1/2026).
Baca Juga
OJK: Industri Dapen Hadapi Tantangan Investasi di Tengah Dinamika Suku Bunga
Menurut Herald, struktur industri perbankan domestik memiliki karakteristik tersendiri. Bank-bank di Indonesia dinilai memiliki kekuatan penetapan harga yang relatif lebih besar dibandingkan pasar lain sehingga penurunan suku bunga tidak langsung menekan margin secara agresif.
“Di Indonesia, situasinya selalu sedikit berbeda karena bank-bank memiliki kekuatan penetapan harga yang relatif lebih besar dibandingkan di pasar lain. Jadi, artinya suku bunga yang lebih rendah seringkali tidak diterjemahkan menjadi pengetatan margin. Mereka juga menurunkan suku bunga deposito mereka,” jelasnya.
Kemampuan menyesuaikan suku bunga dana membuat tekanan pada margin perbankan di Indonesia relatif lebih terkendali dibandingkan negara-negara lain di kawasan. Namun demikian, Herald mengingatkan adanya potensi penurunan profitabilitas apabila tren suku bunga rendah berlanjut.
Baca Juga
“Tapi terlepas dari itu, mari kita asumsikan bahwa margin keuntungan mereka berisiko tertekan. Tentu saja, anda akan mengincar sektor-sektor yang sensitif terhadap suku bunga, yang akan mendapat manfaat dari hal ini,” katanya.
HSBC menyoroti sektor properti sebagai salah satu yang secara historis diuntungkan saat suku bunga menurun. Selain itu, sektor konsumer juga berpotensi positif seiring meningkatnya daya beli dan konsumsi masyarakat.
“Selain itu, anda juga dapat mempertimbangkan perusahaan-perusahaan yang memiliki biaya bunga tinggi sebagai bagian dari total biaya. Jadi, perusahaan-perusahaan tersebut juga dapat memperoleh manfaat lebih dari hal ini,” ujar Herald.

