Rupiah Menguat pada Selasa Pagi, Membalikkan Tren Pelemahan?
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Rupiah menunjukkan perbaikan pada Selasa (30/12/2025). Pada pukul 09.40 WIB, rupiah menguat tipis terhadap dolar Amerika Serikat (AS) sebesar 0,02% ke posisi Rp 16.785 per US$.
Dolar AS sendiri bergerak beragam terhadap sejumlah mata uang negara mitra dagang Indonesia. Dolar AS menguat terhadap dolar Singapura sebesar 0,02% dan yen Jepang menguat 0,15%.Selain itu, dolar AS juga menguat terhadap rupee India sebesar 0,14% dan poundsterling Britania Raya sebesar 0,07%.
Meski demikian, dolar AS juga melemah terhadap beberapa mata uang. Dolar AS melemah terhadap euro Uni Eropa sebesar 0,01%, ringgit Malaysia sebesar 0,19%, dan baht Thailand sebesar 0,15%, serta yuan China sebesar 0,02%.
Kepala Ekonom Bank Mandiri, Andry Asmoro menjelaskan pemangkasan suku bunga acuan the Fed yang hanya sekali pada 2026 menjadi pertimbangan penting pasar. Ini seiring revisi proyeksi pertumbuhan ekonomi yang dilakukan the Fed sebesar 1,7% pada 2025, naik dari sebelumnya 1,6%.
Baca Juga
The Fed memberikan sinyal kebijakan yang kurang hawkish dibandingkan perkiraan pasar. Ketua the Fed, Jerome Powell mengatakan bahwa kenaikan suku bunga tidak menjadi pilihan. Akibat sinyal ini, pasar memperkirakan the Fed bakal memangkas suku bunga acuan sebanyak dua kali pada 2026.
Selain itu, pasar juga mencermati penunjukkan pengganti Jerome pada awal 2026. Sosok pengganti Jerome akan memengaruhi arah kebijakan pemangkasan suku bunga ke depan.
Indeks dolar AS atau DXY sendiri turun ke level 98,04 bergerak mendatar di level terendah sejak Oktober 2025. Kondisi ini terjadi seiring perdagangan yang melemah karena libur Natal dan Tahun Baru, serta pasar mengantisipasi pemangkasan suku bunga tahun depan.
Dolar AS diperkirakan mencatat pelemahan tahunan sebesar 9% pada 2025. Ini akan menjadi catatan terdalam penurunan DXY sejak 2017 akibat kebijakan agresif Presiden AS Donald Trump dan ancaman independensi the Fed.
Pergerakan pasar juga dipengaruhi oleh optimisme baru mengenai potensi kemajuan perundingan damai Rusia-Ukraina. Sentimen ini akan menekan saham-saham sektor pertanian di tengah indeks perdagangan saham utama bergerak terbatas.
Mendekati akhir tahun ini, rupiah diproyeksikan bergerak pada kisaran Rp 16.723 hingga 16.793 per US$.

