Lanjutkan Tren, Rupiah Menguat Terhadap Dolar AS
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Rupiah kembali menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Rupiah terapresiasi 21 poin atau tumbuh 0,13% ke posisi Rp 16.642 per US$ pada Selasa (2/12/2025) per pukul 09.48 WIB.
Setali tiga uang dengan rupiah, ringgit Malaysia dan peso Filipina juga menguat terhadap dolar AS. Ringgit menguat 0,01% dan peso menguat 0,24%.
Di sisi lain, sejumlah mata uang negara-negara di Asia terlihat melemah terhadap dolar AS. Yuan China melemah 0,06%. rupee India melemah 0,11%, yen Jepang melemah 0,16%, dan won Korea Selatan melemah 0,07%.
Pengamat mata uang dan komoditas, Ibrahim Assuaibi menjelaskan dolar AS mengawali Desember dengan pelemahan. Ini terjadi karena investor bersiap menghadapi bulan krusial yang berpotensi mendorong turunnya suku bunga the Fed.
Pasar memperkirakan peluang penurunan Fed Fund Rate (FFR) mencapai 87%. Diproyeksikan the Fed akan memangkas 25 basis poin (bps).
Baca Juga
Selain pemangkasan suku bunga, munculnya nama Kevin Hasset sebagai pengganti Jerome Powell juga menjadi pertimbangan pasar. Menteri Keuangan AS, Scott Bessent menyebut Presiden AS Donald Trump kemungkinan besar akan mengumumkan pengganti Ketua the Fed sebelum Natal.
Pasar saat ini fokus terhadap PMI Manufaktur AS yang diperkirakan turun menjadi 48,6 pada November 2025. Fokus juga mengarah pada kemungkinan damai Rusia-Ukraina.
Dari dalam negeri, S&P Global melaporkan kenaikan volume output dan pertumbuhanan pesanan industri dalam negeri. Aktivitas manufaktur Indonesia kembali menunjukkan ekspansi selama empat bulan terakhir.
Pada November 2025, PMI Manufaktur Indonesia mencapai 53,3. Angka tersebut tertinggi selama 2025 ini.
Di sisi lain, Indonesia masih mencatatkan surplus perdagangan Oktober 2025. Pada Oktober surplus perdagangan mencapai US$ 24,24 miliar.
Diprediksi rupiah fluktuatif namun ditutup menguat direntang Rp 16.630 hingga Rp 16.670 per US$.

