Rupiah Menguat di Penghujung Pekan Ketiga November 2025
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Rupiah menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada Jumat (21/11/2025). Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) mencatat rupiah menguat 23 poin atau 0,13% di level Rp 16.719 per US$ dibandingkan penutupan Kamis (20/11/2025).
Pengamat komoditas dan mata uang, Ibrahim Assuaibi mengatakan penguatan rupiah ini terjadi di tengah upaya AS menawarkan kerja sama perdamaian dengan Ukraina.
Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky mengatakan telah menerima 28 poin rencana perdamaian yang disusun AS dan Rusia. Reuters menyebut, Ukraina diminta menyerahkan seluruh wilayah Donbas dan mengurangi kekuatan militernya.
Baca Juga
Rupiah Menguat Tipis pada Jumat Pagi di Posisi Rp 16.726 per US$
Di sisi lain, AS resmi mulai memberlakukan sanksi terhadap perusahaan minyak Rusia, Rosneft dan Lukoil. Sanksi ini akan berdampak ke pembelian minyak China dan India.
Dalam negeri AS, laporan ketenagakerjaan meredam harapan the Fed untuk menurunkan suku bunga acuan pada Desember 2025. Data menunjukkan terjadi penambahan 119.000 lapangan kerja pada September dengan tingkat pengangguran naik 4,4%.
Dari Tanah Air, Bank Indonesia (BI) melaporkan transaksi berjalan Indonesia yang surplus sebesar US$ 4 miliar atau 1,1% dari PDB kuartal III-2025. Ini menjadi surplus yang terjadi sejak 10 kuartal terakhir.

