Transmisi BI Rate Mulai Terlihat di Pasar Uang dan Surat Utang, Imbal Hasil SBN Ikut Mengkerut
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menjelaskan transmisi penurunan BI Rate telah dirasakan di pasar uang dan surat utang. Kondisi ini berimplikasi pada turunnya imbal hasil Surat Berharga Negara (SBN), hingga suku bunga Indonia (Indonesia Overnight Index Average).
Disampaikan Perry saat paparan hasil RDG BI November 2025, Rabu (19/11/2025), turunnya BI Rate sebesar 125 basis poin (bps) selama 2025, suku bunga Indonia turun sebesar 203 bps dari 6,03% pada awal 2025 menjadi 4,00% pada 18 November 2025.
Sementara itu, suku bunga SRBI untuk tenor 6, 9, dan 12 bulan juga menurun masing-masing sebesar 254 bps, 256 bps, dan 257 bps sejak awal 2025 menjadi 4,62%; 4,65%; dan 4,69% pada 14 November 2025.
Baca Juga
Imbal hasil SBN untuk tenor 2 tahun pun mengkerut sebesar 226 bps dari 6,96% pada awal 2025 menjadi 4,70% pada 18 November 2025. Sedangkan SBN untuk tenor 10 tahun menurun sebesar 113 bps dari tingkat tertinggi 7,26% pada pertengahan Januari 2025 menjadi 6,13%.
“Karenanya (penurunan BI Rate) membantu pemerintah mengurangi beban biaya bunga utang dan anggaran untuk biaya bunga utang bisa lebih rendah,” kata Perry.
Menurut Perry, dengan biaya bunga utang yang rendah, pemerintah dapat mengalokasikan anggaran ke sektor yang produktif. Selain itu, pemerintah juga dapat mengalokasikan anggaran ke bantuan sosial.

