Rupiah Terseok di Rp 16.722, Melemah pada Rabu Sore
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Rupiah melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ke posisi Rp 16.722 per US$. Jakarta Interbank Spot Dollar Rate atau JISDOR mencatat rupiah melemah 24 poin atau turun 0,14% dibandingkan data Selasa (11/11/2025) yang sebesar Rp 16.698 per US$.
Pengamat komoditas dan mata uang, Ibrahim Assuaibi melihat menguatnya dolar AS sejalan dengan keraguan pasar atas rencana the Fed terhadap pemangkasan suku bunga lebih lanjut. Keraguan ini membuat dolar AS menemukan pijakannya di pasar Asia.
“Pasar juga mencermati pemeriksaan Mahkamah Agung (MA) AS atas tarif perdagangan yang dibuat Presiden Donald Trump, meskipun keputusan tampaknya tidak mungkin dalam waktu dekat,” kata Ibrahim, Rabu (12/11/2025).
Rencana berakhirnya penutupan pemerintahan AS atau government shutdown akan menjadi pintu bagi keluarnya sejumlah data ekonomi resmi. Data ini akan membantu meredakan ketidakpastian pasar.
Baca Juga
Rupiah Kembali Tergelincir pada Rabu Pagi, Kini di Posisi Rp 16.719 per US$
Dari dalam negeri, Ibrahim menyoroti proyeksi Bank Indonesia (BI) saat rapat kerja dengan Komisi XI DPR. BI memproyeksikan pertumbuhan ekonomi sebesar 5,33% pada 2026. Angka ini lebih rendah di bawah target asumsi makro APBN 2026 yang sebesar 5,4%.
Organisation for Economic Cooperation and Development (OECD) memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 4,9% pada 2026.
“BI turut mempertimbangkan rencana dukungan bank sentral untuk mendorong pertumbuhan lewat penurunan suku bunga sehingga ekspansi likuiditas moneter dan makroprudensial,” ucap dia.
Untuk perdagangan besok, Ibrahim memproyeksikan pergerakan rupiah berada dalam rentang Rp 16.720 hingga Rp 16.760 per US$.

