Rupiah Menguat Tipis pada Rabu 10 September 2025 Sore
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) mencatat penguatan rupiah pada Rabu (10/9/2025). Rupiah menguat 5 poin atau naik 0,03% menjadi Rp 16.457 per US$.
Penguatan rupiah ini terjadi di tengah menguatnya indeks dolar Amerika Serikat (AS) yang tercatat di platform data Bloomberg sebesar 97,79.
Pengamat komoditas dan mata uang Ibrahim Assuaibi menjelaskan pergerakan nilai tukar Mata Uang Garuda ini dipengaruhi beberapa faktor eksternal dan internal. Dari eksternal, ekspektasi penurunan suku bunga the Fed sebesar 25 basis poin (bps) masih terus dinanti. Meskipun terdapat kemungkinan kecil penurunan 50 bps.
Penurunan suku bunga the Fed ini karena data ketenagakerjaan AS yang mengungkapkan bahwa perekonomian telah menciptakan lebih sedikit lapangan kerja selama setahun terakhi.
“Data inflasi utama AS untuk Agustus akan menguji spekulasi pemangkasan suku bunga pekan ini,” kata Ibrahim, Rabu (10/9/2025).
Baca Juga
Selain itu, serangan Israel terhadap pimpinan Hamas di Doha, Qatar memunculkan spekulasi gagalnya perundingan damai. Presiden AS Donald Trump disebut tak senang dengan kondisi ini.
Di dalam negeri, pasar merespons janji Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa yang akan menjaga rasio utang terhadap PDB di angka 39% dan defisit sebesar 3% dari PDB. Dukungan dari sisi moneter diharapkan dapat memperkuat daya tahan perekonomian sekaligus menciptakan ruang fiskal yang lebih sehat dalam jangka menengah.
“Selain itu, pemerintah tengah menyiapkan stimulus tambahan untuk mendorong percepatan pertumbuhan ekonomi. Masalah utamanya terletak pada pelaksanaan program pemerintah yang masih berjalan lambat,” ujar dia.
Melihat kondisi ini, Ibrahim memproyeksikan rupiah masih akan bergerak fluktuatif. “Untuk perdagangan besok, rupiah akan ditutup menguat di rentang Rp 16.420-Rp 16.470 per US$,” kata dia.

