Bank Mandiri Optimistis Ekonomi Indonesia 2025 Tumbuh di Kisaran 5–5,1%
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Bank Mandiri memperkirakan perekonomian Indonesia pada tahun 2025 akan tumbuh solid di kisaran 5-5,1%, didorong oleh perbaikan sentimen global dan kebijakan domestik yang semakin ekspansif.
“Overall year, saya sih optimis antara 5-5,1%, kita bisa lihat arah pertumbuhan ekonomi kita ke situ. Jadi, tahun depan bisa ada potensi akselerasi lebih cepat, sehingga harusnya penyerapan tenaga kerjanya juga bisa lebih baik,” kata Head of Macro and Financial Market Research Bank Mandiri Dian Ayu Yustina saat ditemui di Gedung BEI, Jakarta, Senin, (10/11/2025).
Dian memaparkan, katalis utama datang dari membaiknya kondisi eksternal, terutama seiring dengan kemungkinan meredanya ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat (AS) dan China. Menurutnya, meski volatilitas pasar global masih perlu diwaspadai, arah sentimen ke depan menunjukkan potensi perbaikan.
Sementara dari sisi domestik, Dian melihat kombinasi kebijakan pemerintah dan Bank Indonesia yang bersifat ekspansif turut menjadi faktor pendorong utama pertumbuhan.
“Dari domestik, kebijakan-kebijakan pemerintah Bank Indonesia (BI) itu sudah cenderung ekspansif. Pro-pertumbuhan, jadi harusnya itu bisa mendorong dan sebenarnya sinyalnya, indikatornya sudah kelihatan,” tuturnya.
Dia juga menyoroti peningkatanIndikator Mandiri Spending Index (MSI) pada Oktober sebagai sinyal awal pulihnya daya beli masyarakat. Mengutip data Bank Mandiri, MSI per 26 Oktober 2025 tercatat sebesar 300,6, lebih tinggi dibandingkan minggu sebelumnya (297,3), atau naik 1,1% week on week (wow). Peningkatan konsumsi juga terjadi secara merata di semua wilayah, dengan pendorong utama pertumbuhan berasal dari wilayah Non-Jawa.
“Artinya sudah ada peningkatan konsumsi dan ini akan positif. Di sisi konsumsi dia meningkat, dia akan punya istilahnya multiplier effect ke yang lain. Jadi korporasi kita juga bisa respond to better demand, dia bisa kinerjanya lebih bagus,” jelas Dian.
Menurutnya, sektor korporasi saat ini masih berada dalam kondisi sehat. Terlihat dari data non performing loan (NPL) ratio yang masih rendah. Ke depan, Dian menilai kunci utama menjaga momentum ekonomi terletak pada keberlanjutan kebijakan ekspansif dan upaya memperkuat kepercayaan konsumen.
Dian juga menilai stimulus pemerintah, seperti perpanjangan insentif pajak properti hingga 2027, akan menjadi katalis tambahan bagi pertumbuhan ekonomi. Dengan adanya stimulus-stimulus tersebut, Bank Mandiri juga memperkirakan pertumbuhan kredit akan berada di atas dua digit pada 2026.
“Harusnya mungkin bisa ke atas 10%,” tutup Dian.

