Dekat dengan Hati Prabowo, Pemerintah Akan Genjot Sektor Ini Hadapi Ketidakpastian Global
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Direktur Jenderal Strategi Ekonomi dan Fiskal Kementerian Keuangan (Dirjen SEF Kemenkeu) Febrio Nathan Kacaribu mengungkapkan salah satu sektor yang akan menavigasi pertumbuhan ekonomi Indonesia ke depan. Sektor tersebut adalah pertanian yang kerap luput menjadi perhatian, meskipun memiliki kesempatan besar sebagai pendorong.
“Mungkin yang sering luput dari perhatian kita adalah sektor pertanian,” kata Febrio saat menjadi pembicara di Investortrust Economic Outlook 2026, dikutip Kamis (6/11/2025).
Baca Juga
Kemenkeu Ungkap 3 Kunci Sukses Tingkatkan Ekonomi dan Kesejahteraan Masyarakat
Febrio mengatakan sektor pertanian begitu dengan hati Presiden Prabowo Subianto. Bahkan, sektor ini menjadi lapangan usaha yang paling banyak menyerap pekerja di Tanah Air.
Data Survei Angkatan Kerja (SAK) Agustus 2025 menunjukkan distribusi lapangan usaha pertanian mencapai 28,15% dari total 146,54 juta orang penduduk bekerja. Total pekerja di sektor ini mencapai 41,25 juta orang.
Febrio menjelaskan sektor ini selalu tumbuh signifikan. Pada kuartal III-2025, sektor ini memiliki distribusi sebesar 14,35% terhadap PDB. Pertumbuhannya mencapai 4,93% secara tahunan, setelah pada kuartal II-2025 hanya tumbuh 1,65%.
“Salah satu yang paling sering kita highlight adalah produksi beras yang meningkat sekitar 14%” kata dia.
Baca Juga
Pertumbuhan Ekonomi Kuartal III-2025 5,04%, Menkeu Purbaya Akan Dorong Mesin Pertumbuhan Lebih Cepat
Menurut Febrio dengan produksi beras yang meningkat stok beras akan berada di sekitar 4 juta ton. Kebutuhan stok beras yang tinggi ini penting untuk menjaga ketahanan pangan.
“Food security is a real thing. Kalau kita menghadapi global kita perlu food security,” ujar dia.
Selain sektor pertanian, pemerintah juga akan menghidupkan kembali sektor manufaktur. Salah satu langkah yang terus dijalankan pemerintah yaitu dengan debottlenecking.
Dari sisi fiskal, pemerintah Prabowo ke depan akan menggenjot belanja kementerian/lembaga (KL) di awal tahun. Ini agar K/L dengan belanja besar dapat merealisasikan mayoritas belanjanya pada kuartal I-2026.
“Sehingga kita harapkan sentimen akan terus terbangun dengan pertumbuhan ekonomi yang cukup tinggi pada kuartal IV-2025, kita lanjutkan di kuartal I-2026, harapannya sentimennya akant erus dibangun,” kata dia.

