Dirut PLN IP: ADB Berkomitmen Biayai Proyek Hijaunesia, Targetkan 300 MW
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Direktur Utama PT PLN Indonesia Power, Bernadus Sudarmanta mengatakan Asian Development Bank (ADB) berkomitmen membiayai pendanaan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS). Pendanaan ini sebagai bagian dari proyek Hijaunesia.
“Itu mungkin akan segera diluncurkan. Itu di proyek 300 megawatt,” kata Sudarmanta, seusai mengikuti CEO Insight yang digelar Kompas, di Jakarta, Selasa (4/11/2025).
Baca Juga
PLN Beri Diskon Tambah Daya Listrik 50%, Berlaku 17-30 Oktober 2025
Sudarmanta mengatakan proyek tersebut akan dikerjakan di tiga lokasi. Panel surya untuk proyek ini dikerjakan di dua lokasi landbase dan satu lokasi floating.
Sudarmanta mengatakan proyek tersebut bersifat joint investment dengan porsi pengembangan 51% untuk PLN Indonesia Power dan 49% partner. Pembiayaannya berasal dari 30% ekuitas dan 70% pinjaman.
Proyek ini akan bekerja sama dengan pengembang internasional, di antaranya Golden Concord Limited dari China, Vena Energy dari Amerika Serikat (AS), dan masih dalam proses yaitu Masdar dari Uni Emirate Arab (UEA) dan ACWA dari Arab Saudi. “Proyeknya nilainya kurang lebih sekitar US$ 80-100 juta per lokasi,” kata dia.
Hijaunesia Project memiliki total kapasitas 1.055 megawatt yang terdiri atas 12 pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) dan 1 pembangkit listrik tenaga bayu (PLTB). Proyek ini menjadi bagian dari pengembangan pembangkit energi baru terbarukan (EBT) yang ditargetkan 2,4 gigawatt pada 2035.
Baca Juga
Selain Hijaunesia Project, PLN Indonesia Power juga memiliki target pengembangan untuk Hydronesia Project. Total target pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) yaitu sebesar 1.345 megawatt yang ditargetkan selesai 2035.

