Menkeu Proyeksikan Pertumbuhan Konsumsi Kuartal IV-2025 Tembus 5,5%
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa memproyeksikan pertumbuhan konsumsi rumah tangga pada kuartal IV-2025 bakal mencapai 5,5% secara tahunan. Tingginya proyeksi ini muncul karena Purbaya yakin uang pemerintah yang ditempatkan di perbankan pelat merah akan menggerakkan ekonomi.
Angka tersebut diproyeksikan mendekati pertumbuhan ekonomi kuartal IV-2025, yang dia proyeksikan di angka 5,67% secara tahunan.
“Kalau saya pikir 5,5% (secara tahunan) atau lebih,” ujar Purbaya, di kantornya, Jakarta, Selasa (21/10/2025).
Sejauh ini, secara rata-rata konsumsi rumah tangga Indonesia secara kuartal belum menembus angka rerata 5%. Sebagai gambaran, dua kuartal pertama 2025, pertumbuhan konsumsi rumah tangga sebesar 4,95% untuk kuartal I-2025 dan 4,97% untuk kuartal II-2025. Sementara itu, pertumbuhan ekonomi kuartal I-2025 sebesar 4,87% dan kuartal II-2025 sebesar 5,12%.
Baca Juga
Manajer Investasi "Korek" Informasi ke Kemenkeu, Cari Tahu Sektor Penopang Pertumbuhan Ekonomi
“Kalau saya lihat dari data sales BI (Bank Indonesia) mulai naik di bulan terakhir ini karena sebagian dampak dari uang yang saya gunakan sudah mulai terasa di sistem,” kata dia.
Berdasarkan data Survei Penjualan Eceran September 2025, BI memperkirakan penjualan eceran pada September 2025 diperkirakan meningkat secara tahunan. Indeks Penjualan Riil (IPR) September 2025 diperkirakan tumbuh sebesar 5,8% secara tahunan, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan pada bulan sebelumnya sebesar 3,5% secara tahunan.
Peningkatan penjualan eceran tersebut terutama bersumber dari pertumbuhan penjualan kelompok makanan, minuman, dan tembakau; perlengkapan rumah tangga lainnya; serta barang budaya dan rekreasi.
Meski naik, penjualan eceran pada September 2025 secara bulanan terkontraksi sebesar 0,3%. Ini dipengaruhi penurunan subkelompok sandang.
“Saya pikir, Oktober, November, Desember akan lebih besar lagi dampaknya terlihat di perekonomian. Kita akan lihat terus perkembangan uang seperti apa, kalau masih kurang, akan saya tambah,” jelas dia.

