Menteri Maman Pamer, Penyaluran KUR Tembus 60,5% per Oktober 2025
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman, memamerkan capaian penyaluran kredit usaha rakyat (KUR) per Oktober 2025 yang telah menembus angka 60,5%. Ia menyebut pencapaian tersebut menjadi sesuatu yang baik lantaran biasanya penyaluran KUR hanya terserap di angka 55%.
"Saya sekalian mau pamer, jadi bukan hanya Pak Purbaya yang boleh pamer, kan? Sepanjang sejarah program KUR di Indonesia, baru pertama kali kita tembus angka 60% untuk penyaluran KUR," kata Maman dalam diskusi panel 1 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran di Hotel JS Luwansa, Jakarta, Kamis (16/10/2025).
Maman menaruh perhatian terhadap indikator keberhasilan penyaluran KUR kepada sektor UMKM. Ia menyebut, sejauh ini keberhasilan penyaluran KUR hanya diukur melalui angka yang disalurkan.
"Jadi kalau dibajetkan Rp300 triliun, mengukur keberhasilan itu ya harus Rp300 triliun. Pertanyaannya, Rp300 triliun itu disalurkan kemana? Ini yang selama ini tidak pernahdiukur. Makanya saya selalu bilang, selain kuantitas, harus ada kualitas pendistribusian KUR," ungkapnya.
Ia meyakini, peningkatan kualitas pendistribusian KUR akan berefek terhadap laju pertumbuhan ekonomi. Dengan pendistribusian KUR yang maksimal, lanjut dia, akan berkontribusi positif terhadap sektor konsumsi.
Baca Juga
Sedangkan selama ini, ia menyayangkan kerap kali penyaluran KUR dimanfaatkan untuk belanja-belanja konsumtif. Ia menyebut, antara lain pendistribusian KUR yang dimanfaatkan untuk belanja kendaraan pribadi, serta barang-barang yang memiliki depresiasi nilai.
Untuk mencegah adanya ketidaktepatan tersebut, dalam satu tahun kepemimpinannya, Maman mendorong agar program KUR disalurkan kepada sektor-sektor produksi. Ia berharap agar bantuan tersebut dapat mendorong adanya pergerakan ekonomi, khususnya di daerah.
"Kalau kita mau mendorong pertumbuhan ekonomi mengarah ke 8%, tidak ada cerita kita harus berani paksakan dorong semua likuiditas kita ke sektor produksi. Karena ini memberikan pertumbuhan ataupun multiplier effect," ujarnya.

