Sentuh Harga Tertinggi di US$ 99.605, Bitcoin Siap-siap ke US$ 100.000
JAKARTA, investortrust.id - November 2024 lanskap mata uang kripto mengalami pergeseran signifikan, khususnya Bitcoin (BTC) yang mendekati tonggak sejarahnya yang telah lama dinanti-nantikan, yaitu US$ 100.000 atau Rp 1,6 miliar. Lonjakan ini bertepatan dengan sikap positif pemerintah Amerika Serikat (AS) terhadap mata uang digital.
Bitcoin pada Sabtu dini hari nyaris ditutup mendekati level psikologis barunya US$ 100.000 untuk pertama kalinya. Tak dipungkiri terpilihnya Donald Trump dari Partai Republik sebagai presiden AS memicu harapan bahwa pemerintahannya akan menciptakan lingkungan regulasi yang bersahabat untuk mata uang kripto.
Mata uang kripto terbesar di dunia ini diperdagangkan antara US$ 98.000 dan US$ 99.000-an pada perdagangan Kamis (21/11/2024) hingga berita ini ditulis. Bitcoin bahkan sempat menyentuh rekor tertinggi barunya sepanjang sejarah atau all time high (ATH) US$ 99.605 atau Rp 1,58 miliar pada Sabtu (23/11/2024) pukul 02.35 WIB.
Namun sayangnya menilik data Coinmarketcap, BTC pada Sabtu pukul 09.40 WIB harganya harus mengalami koreksi lebih dulu di US$ 98.463 atau turun 0,14% dalam sehari, namun masih menguat 7,64% dalam sepekan. Tak hanya itu, Ethereum (ETH) koin yang berada dibawah peringkat Bitcoin juga menurun harganya 0,15% dalam sehari ke US$ 3.331.
Kapitalisasi pasar kripto global adalah US$ 3,33 triliun, meningkat 1,52% dari hari terakhir. Total volume pasar kripto selama 24 jam terakhir adalah US$ 221,27 miliar, yang berarti penurunan 12,12%. Dominasi Bitcoin saat ini adalah 58,56%, penurunan 0,85% dari sehari terakhir.
Baca Juga
Nilai Bitcoin meningkat lebih dari dua kali lipat tahun ini dan naik sekitar 40% dalam dua minggu sejak Trump terpilih sebagai presiden AS berikutnya. Apalagi tim transisi Donald Trump mempertimbangkan untuk membentuk posisi khusus di Gedung Putih yang fokus pada kebijakan cryptocurrency. Posisi ini kemungkinan besar akan menjadi “crypto czar” yang bertujuan mengkoordinasikan kebijakan dan regulasi kripto antara lembaga pemerintah. Seperti Komisi Sekuritas dan Bursa Amerika Serikat (AS) atau Securities and Exchange Commission (SEC) dan The Commodity Futures Trading Commission (CFTC).
Di sisi lain, pengunduran diri Gary Gensler sebagai Ketua SEC pada 20 Januari 2025, bertepatan dengan pelantikan Presiden terpilih Donald Trump, menandai perubahan besar dalam kebijakan regulasi keuangan AS.
Di bawah kepemimpinan Gensler, SEC menerapkan pendekatan tegas terhadap industri kripto, mencatat rekor 46 tindakan hukum pada 2023, termasuk terhadap pendiri FTX dan Binance. Namun, kemenangan Trump membawa ekspektasi perubahan arah kebijakan, dengan janji regulasi yang lebih longgar dan fokus menjadikan AS sebagai pusat kripto dunia.
Alhasil pemulihan Bitcoin dari penurunan di bawah US$ 16.000 pada akhir tahun 2022 berlangsung cepat, utamanya didorong oleh persetujuan dana yang diperdagangkan di bursa Bitcoin yang terdaftar di AS pada bulan Januari tahun ini.
Baca Juga
Bitcoin Cetak ATH Baru dan Peningkatan Kapitalisasi Pasar, Reku: Potensi Kenaikan Masih Besar
Mengutip riset tim Tokocrypto, Sabtu (23/11/2024) Bitcoin terus menunjukkan momentum bullish yang signifikan dengan harga mendekati area target utama antara US$ 105.000 hingga US$ 110.000.
Kenaikan ini didukung oleh tren teknikal yang kuat, di mana pola pembentukan “rounding bottom” memberikan sinyal optimisme terhadap kelanjutan rally harga. Selain itu, fair value gap di level US$ 84.000 menjadi area support kunci yang dapat berfungsi sebagai zona perlindungan terhadap potensi koreksi pasar.
Dengan sentimen positif yang terus berlanjut, target kenaikan ke level resistensi utama tampak semakin dekat. Hal ini mengindikasikan bahwa momentum pasar masih sangat mendukung tren kenaikan jangka pendek hingga menengah.
Sementara menurut analisis terbaru BCA Research, Bitcoin dapat mencapai US$ 200.000 dalam beberapa tahun ke depan karena meningkatnya adopsi institusional, kendala pasokan, dan pengakuan sebagai lindung nilai terhadap inflasi. Meskipun prospek ini menarik, investor disarankan untuk mewaspadai volatilitas pasar dan melakukan analisis terperinci sebelum mengambil keputusan investasi apapun.

