Dampak Global, Kopi Bubuk dan Emas Jadi Komoditas Penyumbang Inflasi Agustus 2024
JAKARTA, investortrust.id - Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa Badan Pusat Statistik (BPS) Pudji Ismartini menyebut bubuk kopi dan emas menjadi dua komoditas penyumbang inflasi pada Agustus 2024.
"Komoditas kopi bubuk dan emas perhiasan dengan andil inflasi masing-masing 0,02%" kata Pudji di Jakarta, Senin (2/9/2024).
Pudji mengatakan inflasi yang diakibatkan kopi bubuk terjadi karena kenaikan harga di beberapa daerah dan kota, menyusul kenaikan harga di pasar global. "Yang kita ketahui bahwa ada kenaikan harga emas dan juga kopi di pasar global," kata dia.
Berdasarkan ICO Composite Indicator Price (I-CIP) terjadi kenaikan harga rata-rata. Pada Juli 2024, harga rata-rata kopi di pasar global sebesar US$ 236,54 per pound. Harga rata-rata ini naik 0,86% pada Agustus 2024 menjadi sebesar US$ 238,56 per pound.
Baca Juga
Sementara, harga emas di tingkat global, dilihat dari Goldprice.org, mengalami kenaikan mencapai US$ 2.503,48 per oz dari sebelumnya pada akhir Juli 2024 sebesar US$ 2498,1 per oz.
Pada Agustus 2024 terjadi deflasi secara tahunan (year on year/yoy) sebesar 2,12%, inflasi bulanan (month to month/mtm) 0,03%, dan inflasi tahun berjalan (year to date/ytd) sebesar 0,87%.
“Deflasi Agustus 2024 ini lebih rendah dari Juli 2024 (sebesar 0,18%) dan merupakan deflasi keempat 2024,” kata dia.
Baca Juga
Deflasi Hampir Selalu Terjadi di Agustus dalam 5 Tahun Terakhir
Pudji mengatakan kelompok pengeluaran yang mengalami deflasi yaitu makanan, minuman, dan tembakau. Kelompok ini mengalami deflasi 0,52% secara bulanan dengan andil 0,15%.
Sementara, kelompok pendidikan, kata Pudji, juga memberikan andil inflasi sebesar 0,04% atau mengalami inflasi 0,65%. “Biaya sekolah dasar atau SD, dengan biaya kuliah perguruan tinggi, dan sekolah menengah pertama memberikan andil inflasi masing-masing 0,01%” ujar dia.

