KSSK: Ada yang Semangat Jalankan Ide Presiden, Tanpa Hitung Risiko
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Keuangan (Menkeu) sekaligus Ketua Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan langkah perbankan pelat merah menerapkan suku bunga deposito valuta asing (valas) mencapai 4% per tahun perlu dihitung secara masak. Sebab, bunga tersebut dapat membuat nasabah memindahkan tabungan rupiah ke dolar Amerika Serikat (AS).
“Bunga dolar 4%, bunga rupiah yang dijamin LPS kan 3,75%. Jadi otomatis kan switching,” kata Purbaya di kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Jumat (26/9/2025).
Menurut Purbaya gagasan menarik dolar dari luar negeri ke Tanah Air memang sedang digagas pemerintah. Tetapi, proses untuk membawa dolar ke Tanah Air tersebut perlu dikaji mengingat dampak yang akan dihasilkan.
Baca Juga
Menkeu Purbaya Tegaskan Suku Bunga Deposito Valas 4% Bukan Arahan KSSK
Purbaya menyebut Presiden Prabowo Subianto telah memerintahkan tim untuk menghitung dampak dari kebijakan tersebut. Proses mengantisipasi dampak itu paling tidak butuh dua pekan.
“Cuma saya nggak tahu kenapa keluar angka itu. Mungkin ada yang terlalu eager (semangat) menjalankan ide presiden,” ujar dia.
Purbaya mengatakan seharusnya hasil kajian yang dilakukan tim presiden tersebut didiskusikan terlebih dahulu di KSSK. Tetapi, baik Purbaya maupun Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo, tak mendengar keputusan untuk memberikan suku bunga deposito valas sebesar 4% per tahun.
“Jadi mungkin itu inisiatif beberapa pemimpin bank kali ya. Mungkin mereka merasa butuh atau enggak. Tapi yang jelas nggak ada instruksi dari kami, dari BI,” kata dia.
Purbaya menjelaskan Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara seharusnya juga tak menginstruksikan penerapan suku bunga deposito valas sebesar 4% tersebut. Sebab, Danantara memiliki orientasi market based, yang artinya seperti entitas bisnis tanpa intervensi berlebihan dari pemilik.

